Pay It Forward (Agar Mata Rantai Tidak Putus)

Alkisah 25 tahun lalu, seorang gadis kecil belajar membaca bersama ibunya. Tak disangka hanya butuh waktu 3 hari bagi gadis kecil berusia 5 tahun tersebut untuk belajar membaca, di hari ke-tiga ia telah mahir membaca koran.

Gadis kecil itu Saya, yang hingga kini masih menyimpan rasa terimakasih untuk ibu tercinta, atas kesabaran dan ketekunannya telah berhasil mengantarkan anaknya ke depan gerbang ilmu pengetahuan.
Sejak hari itu, keterampilan membaca yang saya peroleh mengantarkan saya ke lautan ilmu yang tak terbatas. Hari demi hari kecintaan saya terhadap teks, literasi, buku-buku, jurnalistik, puisi, jurnal ilmu pengetahuan semakin tak terbendung.

Seiring waktu ternyata kecintaan saya terhadap membaca, melahirkan “kecintaan yang lain”, yaitu menulis. Ya, bagi saya menulis dan membaca adalah mata rantai yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan saya.

Mengapa Saya menulis dan tetap menulis hingga hari ini?

Karena kegiatan menulis akan memperkaya wawasan kehidupan penulisnya. Betapa tidak? Bahan baku menulis tentu adalah pengalaman, pemikiran, serta ilmu yang dimiliki penulisnya. Maka dengan tetap menulis, maka otomatis Saya akan senantiasa membuka mata, hati, dan telinga Saya. Saya akan terus menggali hikmah yang tercecar di manapun saya berada. Saya akan mempelajari ilmu-ilmu baru yang akan saya dapatkan baik dari pengalaman pribadi maupun dari orang lain, dan tentunya saya akan terus membaca buku-buku.

Selanjutnya, saya akan tetap menulis karena bagi saya menulis adalah cara untuk menyampaikan ilmu dan kebaikan yang telah saya dapatkan dari orang-orang baik di kehidupan saya: ibu saya, guru saya, dosen saya, serta penulis-penulis yang telah menginspirasi saya. Seperti saya telah mendapatkan ilmu dan kebaikan dari mereka, maka saya ingin menyampaikan ilmu dan kebaikan itu kepada lebih banyak orang. Semoga saya dapat menyampaikan ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk banyak orang, semoga ilmu dan kebaikan itu tidak berhenti mengalir.

Seperti yang kita ketahui bahwa ilmu yang disampaikan akan menjadi amal jariyah bagi diri yang menyampaikannya. Dengan menulis, semoga saya dapat menambah amal kebaikan saya di hari akhir kelak. Semoga kelak tulisan-tulisan saya dapat mendatangkan manfaat bagi banyak orang. Semoga tulisan-tulisan saya dapat menjadi warisan ilmu untuk anak-cucu saya, menjadi saksi sejarah perjalanan diri.
Pada akhirnya kebaikan menulis akan bermanfaat bagi para pembacanya dan kembali ke penulisnya, semua bagaikan rantai kebaikan yang penjang, buah dari ketulusan dari orang-orang yang tekun berlatih, tekun belajar, tekun membaca, dan menuliskannya.

Jadi, mengapa saya menulis dan tetap menulis hingga hari ini? Karena ini seperti game menyebarkan kebaikan di film “Pay it Forward” (2010), teruslah melakukan kebaikan walaupun kecil, jangan biarkan mata rantai itu putus, pada akhirnya kebaikan-kebaikan itu akan kembali kepadamu.

Nama: Risya Cempaka
Kelompok: 8B kel. 5

author

Author: 

Leave a Reply