PASRAH BUKAN BERARTI MENYERAH

”… Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusanNya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”

(QS. Ath-Thalaq:2-3)

Kita semua tahu, bahwa setiap orang akan diuji sesuai dengan kadar kemampuannya. Namun, tidak semua orang yakin bahwa tawakkal adalah pembuka pintu jalan keluar. Buktinya, masih ada orang yang akhirnya menhalalkan berbagai cara tidak baik demi sebuah tujuan dunia. Banyak juga orang yang pergi ke ‘paranormal’, menggadaikan aqidah demi hal yang tidak abadi. Atau sederhananya, kebanyakan kita kadang kurang pasrah pada yang memiliki kehidpan. Padahal janjinya udah jelas, “Maka bersama kesulitan ada kemudahan” bahkan diulang sampai 2 kali di surah Al-Insyirah.

Tawakkal, atau dalam sehari-hari kita dikenal dengan istilah ‘pasrah’ atau ‘berserah diri’ memang terbukti sangat manjur dalam mendatangkan berbagai pertolongan Allah. Baru-baru saja saya mendapat 3 kejadian yang menunjukkan tentang kepasrahan seseorang. Saya contohkan satu kisah lagi dari guru ‘ngaji’ saya.

Ketika beliau ingin mengurus paspor suaminya, ia berpikir untuk naik motor ke kantor imigrasi agar tidak terkena macet. Semua berkas kelengkapan digulung lalu disimpan di selipan depan motor. Baru seperempat perjalanan, berkas itu terbang dan berhamburan di jalan raya yang ramai lancar. Itu adalah berkas satu-satunya, karena belum digandakan lagi. Guruku menepi dan diam. Ya hanya diam. Bingung mau melakukan apa. Mau mengambilnya tapi kendaraan ramai, terlebih jarak antara kertasnya yang berjauhan. Mau balik jadi gak dapat apa-apa, apalagi berkasnya tinggal itu. Tapi, tiba-tiba… kendaraan sepi, guruku segera mengambill kertas. Kemudian Allah menunjukkan keluarbiasaannya, angin menerbangkan kertas lain ke arahnya, dan dengan mudah guruku mengambil semua berkas itu. Setelah itu baru kendaraan mulai ramai lagi. Allahu Akbar. Kisah ini membuktikan bahwa sikap tawakkal dapat memudahkan urusan kita di dunia dan insyaAllah juga di akhirat.

Saya pun pernah mengalami sendiri pengalaman semacam itu di waktu kuliah. Waktu itu menjelang UAS, tagihan pembayaran sudah muncul di akun saya. Saya menelpon mama, menanyakan kabar keluarga dan kabar uang kuliah. Ternyata belum ada. Saya diminta menunggu dan terus berdoa. Entah apa yang saya dan mama ucapkan dalam doa kami, intinya kami serahkan sama Allah saja. Qadarullah, ternyata beasiswa saya yang 9 bulan tertunda cair beberapa hari sebelum limit pembayaran. Yang bikin saya melting adalah jumlahnya yang harusnya diberikan setiap bulan, diakumulasikan 9 bulan. Jumlah ini sesuai dengan total tagihan saya, seolah Allah menyiapkannya khusus untuk saya saja. Allah Maha Romantis. Allahu Akbar. Pengalaman saya ini membuktikan ayat yang saya tuliskan di awal “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” Ya, Allah akan mencukupkan keperluan kita.

Pasrah itu tak berarti menyerah namun tetap berusaha dan tak putus berdoa, maka kepasrahan itu akan mendatangkan banyak pertolongan Allah berupa kemudahan urusan (dunia dan akhirat) serta pemenuhan keperluan kita. Ingatlah bahwa Allah memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Wallahu’alam.

Rate this article!
Tags: