Pasangan Wanita itu Sesuai Pilihan Kesholihah-an nya

Allah ciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Benarkah? Bagaimana dengan mahluknya, terutama manusia? Wahai wanita sholihah, siapakah pasanganmu?

Laki-laki adalah pasangan bagi wanita, sedang wanita adalah pasangan bagi laki-laki, dan janganlah ia mengambil yang sejenis dengan dia yang menyebabkan murka Allah atas dirinya. Dan atas segala yang besertanya, karena dia adalah dua hal yang berbeda namun berhubungan dan tiada terpisahkan, oleh karena merupakan suatu ketetapan dari sisi Allah Azza wa Jalla.

“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.” Faathir : 11. “Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.” An-Najm:45.

Persoalan pasangan hidup adalah memilih siapapun yang akan menjadi pasangan hidup. Seorang dalam memutuskan sesuatu boleh jadi Allah mencondongkan pada suatu keputusan tertentu, boleh jadi membiarkannya. Sebab Allah adalah Dzat yang kuasa membolak-balikkan hati manusia. Namun ketika Allah mencondongkan pada suatu keputusan, bukan berarti Allah memasangkan X dengan Y atau P dengan Q sejak zaman Azali.

Alasannya orang masih punya pilihan mutlak untuk memutuskan. hatta terhadap sesuatu yang berlawanan sama sekali dengan kehendaknya. Jodoh merupakan sebuah pilihan, bukan ketetapan dari Allah. Tidak ada satupun nash-nash di dalam al qur’an maupun di dalam hadist yang mengindikasikan bahwa Jodoh adalah sebuah takdir atau ketetapan dari Allah.

Namun wahai wanita pahamilah, “Wanita itu dinikahi karena : Kekayaannya, kecantikannya, dan agamanya.” Seperti Nabi yusuf memilih Zulaikha karena agamanya, begitu juga rosulullah. Pilihan yang terbaik dari laki-laki memilih wanita adalah karena agamanya, yang akan membawa pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Kita memang tidak semulia Siti Khodijah, se-sholeh Aisyah yang rela dinikahi saat umurnya belum cukup untuk akil baligh. Setidaknya, pilihan menjadi wanita sholihah adalah pilihan yang lebih baik.
Mengapa, karena wanita sholihah adalah perhiasan dunia. Namun bukan untuk diumbar kecantikan dan segala hal yang hanya berhak dimiliki oleh suami dan keluarganya. Jika engkau menyiapkan diri untuk membuat dirimu sholihah dan layak untuk dijadikan pasangan laki-laki yang sholeh pula. Janji Allah bahwa wanita akan berpasangan dengan lawan jenisnya, laki-laki, bukan dari jenis wanita juga.

Namun, jika sekiranya Allah berikan kita memutuskan laki-laki yang belum sholeh, paling tidak dia memiliki keinginan untuk menjadikan keluarga yang akan menghasilkan generasi yang lebih baik. Bersama engkau wanita sholihah yang akan menjadi sekolah pertama bagi anak-anakmu. Jadi itu mengapa penting bagimu untuk menjadi wanita yang sholihah.

Hai wanita sholihan, yakinlah bahwa engkau akan mendapat pasangan sesuai dengan pilihan kesholihanmu

Tags:
author

Author: