PANTANG TARIK KEPUTUSAN, BERDOALAH, BIAR ALLAH yang MENENTUKAN

Orang yang dipegang itu omongannya”, pernah dengar kata-kata tersebut ? Memang benar, dari kata-kata tersebut Kita diajarkan untuk selalu konsisten dengan apa yang diucapkan.

Apapun yang Kita keluarkan dalam keputusan Kita, diharapkan tidak ditarik kembali, karena itu berpengaruh terhadap tindakan Kita dalam menentukan sikap.

Bagaimana kalau ternyata keputusan yang Kita ambil ternyata kurang tepat ? Apa perlu direvisi ? Perlu sekali, tapi dengan cara yang super lembut, sehingga Orang-orang yang sudah terlanjur menegetahui keputusan Kita, tidak akan merasa bahwa keputusan Kita sebenarnya kurang tepat.

Bagaimana caranya ? Caranya dengan “Doa”.

Berdoalah kepada Yang Maha Menentukan Keputusan, agar ucapan Kita dapat direvisi secara super halus, apalagi Kita sebagai “Seorang Public Figur” yg biasanya segala tindak tanduk maupun ucapannya selalu disorot.

Kejadian tersebut baru saja Saya alami sendiri. Disaat Saya memberikan keputusan yang menurut Orang Lain tidak tepat, Saya tetap berpegang dengan keputusan Saya. Saya ditekan agar membatalkan keputusan Saya dengan berbagai alternatif alasan, akan tetapi Saya tetap dengan keputusan Saya sambil berdoa apabila keputusan Saya memang kurang tepat agar dapat dibatalkan oleh “Keadaan”.

Ya, dibatalkan oleh “Keadaan”, bukan dari Saya sendiri, agar semua Orang tidak menyalahkan Saya, dan mereka pada akhirnya bisa memaklumi keadaan tersebut. Hasilnya ? Nama Saya bersih, Saya tetap konsisten dengan keputusan Saya, meskipun pada akhirnya, Allah lah yang memberi keputusan yang sebenarnya melalui “Keadaan”.

Jadi, Pantang Tarik Keputusan, Berdoalah, Biar Allah yang Menentukan.

*Poe 2587, disela-sela tugas 25 April 2017*

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply