Otak Ku mana Otak Mu?

Pasti kita semua pernah mengalami yang namanya sulit untuk mengingat sesuatu, entah itu mengingat tempat, alamat, barang dan sebagainya. Dan semua ini adalah kerja si otak yang berada di rangka kepala manusia. Bagaimana kalau kita membahas sedikit tentang otak ini, otak manusia dibagi menjadi empat bagian yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil ( cerebellum), batang otak (brainsteam), dan sistem limbik. Bagian-bagian otak itu berdasarkan fungsinya yaitu mengatur sistem organ pada seluruh tubuh manusia.

Dalam penelitian berbeda, otak kita terbagi menjadi dua bagian yaitu otak kanan dan otak kiri, masing-masing bagian ini berperan dalam berbagai macam jenis pemikiran, percobaan telah menunjukkan bahawa satu sisi bagian otak memiliki jenis pemikiran tertentu yang lebih banyak dari pemikiran sisi bagian yang lain. Hal ini juga menunjukan bahwa masing-masing dari kita lebih menyukai satu mode pemikiran daripada yang lain.

Banyak dari kita juga sering berkata bahwa aku ini si otak kanan atau yang lain juga bercerita bahwa aku ini si otak kiri. Emmm…maksudnya apa? Nah…aku pun baru paham setelahnya, yang selama ini aku tahu di pelajaran Biologi bahwa otak itu terdiri dari empat bagian dan mempunyai fungsinya masing-masing seperti pada paragraf pertama tadi. Balik lagi tentang cerita otak kanan dan otak kiri, sangat menarik untuk membahasnya.

Otak kiri berperan dalam hal mengontrol tubuh bagian kiri, keterampilan angka-angka, metematika/keterampilan ilmiah, menganalisa, objektifitas, menulis, berbicara, logika, dan pertimbangan. Sedangkan otak kanan sendiri berperan dalam mengontrol tubuh bagian kanan, bentuk 3 dimensi, musik dan selera seni, penyatuan, subjektifitas, imajinasi, intuisi, kreatifitas, emosi. Kebanyakan individu memiliki preferensi berbeda dalam menggunakan salah satu gaya berppikir ini. Jadi seseorang mungkin lebih cenderung menggunakan otak kiri, dan yang lain mungkin lebih cenderung ke otak kanan.

Orang yang lebih dominan menggunakan otak kanan cenderung menggunakan kreatifitas untuk memecahkan suatu masalah. Mereka lebih banyak mengandalkan intuisi dan lebih cepat menangkap gambaran keseluruhan situasi. Pada intinya, orang yang banyak menggunakan otak kanan tidak detail oriented.

Orang yang lebih dominan menggunakan otak kiri lebih memilih alasan untuk segala sesuatu yang lain. Mereka menggunakan logika rasional untuk mengidentifikasi penyebab masalah, dan kemudian berpikir tentang bagaimana cara mengatasinya. Pada intinya, orang yang berpikir menggunakan otak kiri adalah detail oriented.

Kebanyakan individu memiliki preferensi yang berbeda untuk salah satu gaya berpikir ini. Namun, walau bagaimanapun, adalah lebih utuh jika sama-sama mahir berpikir menggunakan kedua cara berpikir tersebut. Agar lebih utuh dalam menggunakan otak pada orientasi individu, pendidikan harus memberikan bobot yang sama dengan mengajarkan seni, kreatifitas, dan keterampilan imajinasi. Untuk menambah lebih banyak pengalaman skolastik pada sisi otak, pendidik harus menggunakan teknik instruksi yang terkait dengan preferensi kedua sisi otak. Kelas di sekolah bisa meningkatkan kegiatan belajar otak kanan dengan mengikutkan lebih banyak pola, metafora, analogi, bermain peran, visual dan gerakan membaca, perhitungan dan kegiatan analitis. Untuk mengevaluasi yang lebih akurat, pendidik harus mengembangkan bakat dan keterampilan dengan menggunakan otak kanan.

Bagaimana dengan kita masing-masing, coba kita deteksi kita si otak kanan atau otak kiri, bagaimana pun kecenderungan kita dengan otak kanan atau kiri, semua punya kelebihan masing-masing, bagusnya jika keduanya seimbang antara otak kanan dan otak kiri. Siippp kan?

Rate this article!
Otak Ku mana Otak Mu?,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: