Niat bepergian hanya karena Allah

“Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Barangsiapa hijrahnya menuju Allah dan Rasul-Nya, ia akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya menuju dunia yang akan diperolehnya atau menuju wanita yang akan dinikahinya, ia akan mendapatkan apa yang dituju.”
(Muttafaqun ‘alaih)
Sejauh apapun perjalanan yang kita tempuh dan sebanyak apapun kebaikan yang kita lakukan selama diperjalanan. Tanpa niat bepergian hanya menaharap ridha Allah, semua akan sia-sia. Tidak ada nilainya sisi Allah. Padahal uang sudah banyak dikeluarkan dan waktu sudah banyak diluangkan.
Yuk, periksa kembali niat kita ketika kita memutuskan hendak melangkahkan kaki kita kemanapun . Apakah niat kita hanya sebatas ingin dikatakan mampu mengunjungi tempat yang jauh dan wah oleh tetangga, teman, kenalan, relasi kerja, dan semua orang yang menjadi teman kita dimedia sosial. Apakah sebatas ingin dianggap sering liburan atau bahkan hanya ingin memperkenalkan diri, ini loh saya, kota mana yang belum saya datangi, pulau mana yang belum saya kunjungi. Masih banyak niat tersembunyi dibalik langkah kita.
Terlalu kecil jika niat kita bepergian hanya ingin mengaharapkan kesenangan dunia yang hanya sebentar ini jika kita bandingkan dengan akhirat yang kekal yang akan kita huni selama-lamanya. Di dunia ini kita hanyalah musafir yang numpang lewat. Agar perjalanan kita lancar dan cepat, maka ringankan beban dan perbanyak bekal untuk akhirat nanti. Banyak hal baik yang lewat begitu saja tanpa arti di sisi –Nya jika tidak kita manfaatkan dengan baik karena saat pepergian banyak kesempatan beramal jariyah yang bisa kita temui. Misalnya, saat kita mampir di musallah atau masjid untuk shalat, kesempatan untuk beramal jariyah terbuka lebar saat itu. Kita bisa meninggalkan sajadah atau mukena kita untuk digunakan oleh pengunjung lain. kita juga bisa mengisi kotak amal yang biasa ada di musallah, masjid dan toilet-toilet yang kita lewati. jika semua itu kita niatkan karena Allah, luar biasa, amal jariyah bagi kita. Ingatlah kalau setelah kita tiada nanti, hanya ada tiga hal yang pahalanya terus mengalir untuk kita yaitu salah satunya adalah amal jariyah kita.
Mari sering-sering kita periksa niat kita. Syukur Alhamdulillah jika niat kita sudah baik dari awal berpergian sampai akhirnya hanya untuk Allah karena kita memiliki tambahan bekal untuk mengadap – Nya. Namun hati – hati kadang niat diawal sudah baik hanya karena Allah tapi ingat, setan tak henti-henti menggoda kita hingga niat kita yang awalnya lurus menjadi mulai menyimpang. Jika ternyata niat kita diawal hanya untuk kesenangan dunia semata maka istighfarlah dan perbaharui niat kita. Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Selagi ruh masih dikandung jasad masih ada kesempatan. Jangan khawatir, menurut Hadist Riwayat Ahmad bahwa “Setiap orang di antara kamu sekalian melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang bertaubat.”

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply