Ngaji semudah senyum (1)

Pernah dengar istilah rumah kuburan? Wow dibenak pastinya langsung terbayang suasana kuburan yang sepi senyap. Identik dengan hantu, pocong, kuntilanak, dan tuyul. Apalagi dimalam hari, jangankan berdiam di sana, sekedar lewat pun rasanya bulu kuduk sudah dibuat merinding. Suasana yang mencekam beradu dengan nyanyian burung hantu di balik ranting pepohonan. Sayup-sayup jangkrik dan kodok tak mau kalah dan turut mengambil bagian dalam konser malam yang menegangkan.
Rumah kuburan mungkin istilah yang masih asing di telinga sebagian orang. Dalam salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi saw bersabda “Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena syaitan itu lari dari rumah yang didalamnya dibacakan surah Al-baqarah”. Ih seram ya, masa iya rumah yang sejatinya tempat kita beristirahat, berkumpul dan bercengkerama bersama keluarga, tempat kita makan dan minum dikatakan rumah kuburan?. Tapi tunggu dulu, seperti apakah rumah kuburan itu? Rumah tersebut tidak pernah dikerjakan shalat di dalamnya, baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Rumah tersebut selalu lalai dari bacaan Alquran. Itulah yang disebut rumah yang seperti kuburan.
Nah pertanyaannya adalah, masihkah kita melakukan shalat di rumah secara terus menerus tanpa bolong? Lalu kapan terakhir kali kita tilawah dan mengajak serta seluruh anggota keluarga untuk bersama-sama membaca ayat-ayat NYA? kemarin? pekan lalu? bulan lalu? atau ramadhan tahun lalu?
Ayo coba diingat kembali, bersyukurlah bila mushaf kita masih bersih kinclong karena sering dibuka. Jangan sampai malah tersimpan rapi di lemari berlapis debu sekian centi. Sungguh sangat disayangkan. Bukankah Alquran itu adalah kalimat-kalimat Allah yang berisi petunjuk dan jalan keselamatan?
Alangkah memprihatinkannya bila handpone kita lebih kinclong dan terawat karena setiap saat, setiap detik selalu dipegang. Ibarat kata, rasanya hidup ini bakal hambar kalau dalam sehari saja tak memegang handpone. Anda merasakannya?
Teknologi yang serba canggih diera modern ini, semua bisa dinikmati dan diakses di handpone. Melalui internet kita bisa menikmati sajian-sajian berita terhangat dan terupdate. Berita pejabat yang korupsi, perampok yang tertangkap tangan, perselingkuhan, teroris yang ditembak mati, musibah & bencana alam di berbagai daerah, artis yang bercerai, harga cabai dan daging yang meroket naik, demo, tawuran antar pelajar, dan berbagai berita yang bisa diakses setiap saat. Melalui akses internet di handpone juga kita bisa memperluas jaringan bisnis, memperbanyak kolega, menambah teman dan pergaulan, belajar masak, berbagi tips dan masih banyak lagi.
Dengan sejumlah manfaat yang didapat tentu saja membuat kita tidak bisa jauh dari benda kecil yang satu ini. Anda sepakat? Saya yakin jawabannya ya. Karena bentuknya yang kecil dan ringan itulah benda ini selalu dibawa kemana-mana.Makan sambil chatting, kumpul dengan keluarga sambil wara-wiri dengan kolega bisnis di facebook, nunggu antrian sambil whatsappan, masak sambil belanja online, bahkan tidak jarang ke kamar mandi pun handpone tetap tak lepas dari tangan. Kalau kecemplung dalam air bagaimana coba?hehehe
Coba kita bandingkan dengan mushaf dirumah, seberapa sering kita membukanya? Seberapa sering kita mentadabburi ayat-ayatNYA?

Rate this article!
Ngaji semudah senyum (1),5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply