MyStyle Life Investasi Strong Jundi

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Melanjutkan sesi entah apa ini.

*APA YANG TERJADI PADA POLA MAKAN KONVENSIONAL ?*
Written by: Budi M.
Dengan pola makan konvensional yang 3x per hari, sudah bisa dipastikan tubuh kita akan menerima asupan Karbohidrat melebihi yang dibutuhkan tubuh. Tubuh membutuhkan Karbohidrat *HANYA* untuk kebutuhan di sel darah merah dan sebagian kecil (15%-20%) sel-sel otak *Lalu kelebihan itu disimpan dimana? apakah bisa dibuang?*
*Jawabannya TIDAK BISA DIBUANG, melainkan disimpan.*
Disimpan nya dimana??
1. *Di dalam darah* Ini yang bisa dideteksi oleh alat pengukur dan cek lab. Namun, ironisnya kapasitas penyimpanannya kecil karena tidak mungkin bisa menyimpan sampai terdeteksi di alat terukur sampai 1.000 ….
ndak mungkin dan ndak pernah dijumpai khan?
2. *Di dalam organ tubuh* Ini yang sering terjadi, khususnya di penderita diabetes, seperti di organ Liver, Pancreas, Ginjal, Otot dan banyak lagi … Istilahnya “Glucose (Karbohidrat) itu mengalir kemana2 di tubuh kita lewat darah”. Kapasitasnya lumayan besar dan ironisnya tidak ada alarm yang bisa mendeteksinya. Kenapa? Simple aja, belum ada uji lab medis yang bisa mendeteksi akurat tingkat Glycogen (simpanan Glucose) dalam Liver misalnya. Paling2 yang sudah ada sekarang parameter HbA1c yg merupakan penanda tingkat penyimpanan / pelengketan / karamelisasi Glucose di sel darah merah … dan ini yang sering dijadikan patokan untuk seluruh tubuh. Menurut logika, fair-kah penilaian dan analogi ini?
3. *Di-konversi menjadi LEMAK* Ini yang juga sering terjadi, terutama kasus-kasus penderita Obesitas. Ketika organ sudah mulai kewalahan menampung kelebihan/ ekses Glucose, tubuh akan mengkonversi / merubah ekses Glucose yang tidak tertampung tadi menjadi Lemak Tubuh (Body Fat). Boleh ditanya real di lapangan ke orang-orang yang Obesitas, apakah mereka mengalami Obest itu karena mengkonsumsi Lemak atau karena sering makan lebih dari 3x sehari? Sudah bisa diduga khan jawabannya?? Jadi Body Fat bukan karena kita sering konsumsi Lemak (Gajih, Jerohan, Santan, Kulit daging-dagingan, dll) tapi karena kelebihan asupan Karbohidrat dari luar, di luar jadwal 3x per hari makan rutin
Ironis terbesar adalah : Seharusnya kelebihan Glucose ini harusnya bisa dimanfaatkan untuk SURPLUS ENERGI tubuh. Nyatanya??? Pola makan 3x sehari masih dilanggar khan? Masih suka nyemil khan? Belum lagi ditambah buah, minuman berperasa, dll ..
ya khan?
*Jadi ironisnya adalah tubuh hanya bisa memakai Glucose yang ada DI DALAM DARAH SAJA (point no1) … sedangkan yang point no2 dan 3??*
*DIPAJANG SAJA … alias tidak bisa dipakai oleh tubuh,* karena kalo bisa dipakai harusnya ya berkurang frekuensi makan 3x seharinya .. mungkin menjadi 1-2x sehari, bahkan bisa puasa tanpa ‘ngoyo’ (penuh perjuangan) Jadi gunanya DIPAJANG??
Tunggu sampai alarm dari medical lab berbunyi … atau tahu-tahu muncul penyakit sbb: Diabetes Hipertensi Jantung Koroner Gagal Ginjal Sendi pada kaku-kaku dan sakit Epilepsi Alergi berlebihan Cerebral Palsy HIV Sering DBD (daya tahan tubuh turun) dll dll dll Bisa ndak habis list penyakitnya dirinci dari kesaksian para Ketoers di grup KF1 dan KF2 …
Living Proof itu membuat teori-teori medical menjadi ‘sedikit’ obsolete (agak tertinggal) dan menjadi susah untuk dijelaskan oleh para dokter dengan basic konvensional.
Sekedar pencerahan sedikit : Coba googling Dr Jason Fung, beliau juga sukses terapkan metode yang sama Ketogenic + Puasa untuk me-reverse pasien diabetes tipe 2 menjadi SEMBUH. Beliau tinggal di Canada dan sudah resmi (official) declare bahwa metode Ketogenic + Fasting itu metode paling ampuh untuk solusi penyakit Diabetes Melitus … tipe 2 lhoo (insulin resistance).

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply