Momentum Kesuksesan

Momentum Conservation. Consider first the one-dimensional case of a single particle having momentum P in the x direction and moving in an external potential V(x).
.
P = -dv/dx=0 P Conserved
.
.
This is fairly obvious, being an example of Newton’s law of inertia. (Angular Momentum, An Ilustrated Guide to rotational Symmetries for physical System by William J. Thompson)
.
Sebenarnya yang akan saya bahas disini adalah, keterkaitan hukum-hukum fisika dengan ilmu bisnis. Kenapa ilmu bisnis..??? kalian tahu tentang momentum kan..??? ketika seseorang membuka bisnis online 1, 2, bahkan sampai 10 kali ada yang belum berhasil. Akan tetapi, ketika di praktekkan oleh orang lain dengan trial error 2 kali, bisa berhasil.
.
Nah, hal ini kenapa bisa terjadi??? Keberhasilan disini di sebut ‘momentum’
.
Saya menyebutkan diatas bahwa kemungkinan keberhasilan seseorang itu, mirip dengan rumus momentum.
.
Ilustrasinya… Orang IT hebat dalam masalah koding sedangkan orang fisika mampu di bidang teknis (rumus). Bahkan saya pernah mendengar, banyak orang yang lintas jurusan ke IT. Disebabkan di bidang ilmu fisika sendiri ada penjurusan bidang ilmu elektronika dan komputasi. Orang IT membuat robot, Orang fisika pun bisa membuat robot. Benar tidakk??? (teman-teman saya pasti mengakui hal ini).
.
.
Itulah bukti bahwa butuh sinkronisasi antar ilmu, kita tidak boleh puas dengan satu ilmu saja. Bisa jadi ilmu lain menunjang keahlian ilmu kita.
.
Dalam Ilmu bisnis, butuh sekali akan ilmu kepenulisan. Yaa, itu saya akui… karena tidak mungkin kita membidik pasar langsung ke target tanpa pendekatan dulu. Lah wong, mencari istri/suami aja make pendekatan… apalagi penjualan yang dalam istilah tidak saling mengenal satu sama lain.
.
.
Rumus Momentum yang berkaitan dengan kemungkinan terjadinya satu benda (x) di pengaruhi dengan kondisi eksternal yang ada (v). misal kita adalah x, satu orang saja yang hidup di dunia (yang besar). Kita ini hanya sebuah titik, tidak di kenal orang lain. Bahkan ketiadaan kita, tidak memberikan efek pada orang lain. Nah, apakah kita akan selalu menjadi sebuah partikel yang tidak memiliki potensi??? Atau dengan kata lain belum mengetahui jati diri???
.
Masalah pemuda sekarang, yang dihadapkan dengan berbagai kemudahan media social kebanyakan belum bisa memanfaatkan. Bahkan, bisa melenceng dari aturan agama sebab informasi di internet masih belum tersaring.
.
Contoh yang paling sederhana saja, Siapa idola kita??? Tentu, kebanyakan akan menjawab Nabi Muhammad. Tapi tahukah Anda,..??? selain kita mengidolakan Nabi, apa mungkin kita siap dengan aturan agama?? Mungkin saja sudah menjalankan ibadah wajib, akan tetapi kesadaran diri untuk mendekatkan diri kepada Allah belum dilaksanakan. Sudah waktunya masuk sholat wajib, tidak disegerakan berjama’ah.. pekerjaan yang menumpuk, itu alasannya.. padahal, amal ibadah yang dihisab di akhirat nanti pertama kali adalah sholat.. jika sholat wajib belum benar, maka perbaikilah dengan sholat qobliyah dan ba’diyah.. kualitas sholat menunjukkan kualitas keimanan seseorang.. amburadulnya sholat juga menunjukkan ketidakjernihan hati sang empunya
.
.
Keterombang-ambingan kita (v), atau biasa di sebut peluang mungkin bisa ke arah yang baik atau ke arah yang buruk. Bisa min (-) atau plus (+), disini perlu ilmu agama yang mengikat. Orang-orang besar yang sukses bukan hanya pintar berbisnis, mereka juga secara khusus mempunyai amaliyah yang terakumulasi setiap bulannya. Yang saya tahu, dalam hal berbisnis kita bisa memulai untuk memberikan shodaqoh yang insyaAllah bisa menarik keberkahan dalam rizki.

Rate this article!
Momentum Kesuksesan,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: