MISKOM

Selesai sahur saya meletakkkan bekas makan ke
wastafel melewati tempat ricecooker
.
Loh kok tempat nasinya masih terbuka ya, saya
tanya ke kakak
Ibu : ” Mbak tadi memang ga ditutup ya setelah
ambil nasi?,
kakak : ” Dari tadi sudah kayak gitu”,
Ibu : ” Maksudnya gimana mbak?”,
Kakak : ” ya pas mau ambil nasi sudah terbuka
sebelumnya, dikira sengaaja”
Ibu : ” Kira-kira harusnya ditutup lagi apa
dibiarin aja ya mbak?
Kakak : ” ditutup”
Ibu : ” Nah ternyata tau soalnya kalau ga
ditutup bisa kering kan ya nasinya?

Ternyata kata ” dikira”-lah yang menjadi sebab
itu terjadi

Sebenarnya mudah saja ketika ada ricecooker
terbuka tinggal tutup beres, namun dari sini
ketika kita coba buka obrolan dan mennggali
alasan kenapa tidak ditutupnya akan mengerti
ternyata niatnya adalah mengikuti yang
sebelumnya

Bisa jadi menutupnya memang tidak rapat akhirnya
terbuka sendiri, atau memang lupa tidak ditutup
sebelumnya, itu koreksi buat ibunya dan sayapun
minta maaf kalau memang karena tadi lupa menutup

Tapi ini tetap perlu disyukuri, karena setiap
peristiwa sekecil dan sesederhana apapun pasti
mengandung suatu pelajaran untuk bersama

Manusia terkadang lupa dan khilaf sehingga dari
sini diperlukan obrolan dua arah sehingga
masing-masing mengetahui alasan dari melakukan
sesuatu, “untuk menutup kembali ricecooker”

Sudah menjadi kesepakatan bersama sebenarnya,
bahwa jika tidak ditutup dengan kondisi teraliri
arus listrik, maka nasi bisa mengering

Namun mungkin yang difikirkan sang anak,
mengikuti sebelumnya saja tanpa memikirkan apa
yang seharusnya dilakukan

Berbeda cerita mungkin ketika yang mengambil
neneknya atau ayahnya, kemungkinan besar akan
ditutup tanpa memandang sebelumnya tertutup atau
tidak

Disinilah mungkin letak mis nya, jadi dalam
prosesnya dari hal sederhana ini kita berproses
mentransfer ilmu apa yang harus dilakukan jika
menemui sesuatu yang perlu peran kita didalamnya

Ketidakpedulian ini muncul karena mungkin memang
berdasarkan ketidaktahuan, atau karena memang
tidak pernah dapat pelajaran sebelumnya atau
bahkan mengikuti kesalahan sebelumnya?

Banyak hal yang bisa menjadikan diri kita
merenung dan belajar kembali lalu berani berubah
menjadi lebih baik, setiap waktu

Bagaimana cara mengukurnya? jelas harus kembali
pada yang prinsip yang bersumber dari Allah Swt

Rate this article!
MISKOM,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply