Mimpi dan Berbagi

Berawal dari mimpi. Mimpi yang tidak bisa diwujudkan dalam dunia nyata dan terlalu banyak memenuhi isi kepala. Di dalam mimpi seseorang bisa menjadi apapun yang mungkin tidak ada di dunia. Di dalam mimpi juga lah seseorang bisa merasakan emosi yang tentu saja yang diinginkan atau dihindari di dunia nyata. Dari mimpi-mimpi inilah nantinya akan terlahir tulisan-tulisan hebat.

Saat menuangkan mimpi menjadi sebuah tulisan, kita memiliki kuasa atas ide yang akan kita tulis. Kita bisa menjadi sutradara yang bisa menentukan alur dari sebuah cerita. Yang bisa mengatur semua elemen didalamnya menjadi kesatuan cerita yang menarik untuk disuguhkan.

Tentu saja kita bisa menjadi pemain dalam sebuah tulisan yang kita buat. Ingin menjadi sosok antagonis atau protagonist? Menjadi sosok yang lemah atau yang kuat? Bisa juga menjadi sosok inspiratif yang bisa menginspirasi semua orang.

Tak jarang seseprang bisa mengidolakan salah satu karakter atau tokoh dari sebuah tulisan yang dibaca. Apakah itu tokoh fiktif atau tokoh yang benar-benar nyata. Seperti manatn presiden kita, bapak Soekarno. Banyak orang yang kagum bahkan menjadikan beliau tokoh idola hanya dengan membaca tulisan dan biografinya tanpa perlu melihat langsung wibawa beliau.

Seperti Fahri, tokoh fiktif dalam novel Ayat-ayat Cinta karya Kang Abik. Beliau bisa membuat karakter tokoh yang nyaris sempurna yang banyak di mimpikan kaum hawa. Hingga para pembaca menyangka bahwa tokoh tersebut adalah replika dari sosok di kehidupan nyata.

Seringkali dalam bermimpi seseorang akan merasakan emosi yang sulit dijelaskan dan terbawa dalam kehidupan nyata yang tidak jarang pula bertentangan dengan keseharian. Dari sini pulalah sebuah tulisan dibuat. Dengan menampilkan emosi-emosi yang bisa memberikan jiwa pada sebuah tulisan.

Gagal mewujudkan mimpi di dunia nyata bisa diwujudkan kedalam sebuah tulisan. Tidak bisa menjadi dokter tinggal menulis bagaimana cara menjadi dokter, saat menangani pasien, membuat diagnose atau pengalaman dokter yang menjadi relawan didaerah terpencil.

Selain itu dengan menulis kita juga bisa berbagi. Berbagi apa yang kita rasakan dan jalani kepada semua orang yang kita kenal maupun tidak. Membuat orang bisa merasakan apa yang pernah kita alami. Juga membuat orang mengambil hikmah dari yang pernah kita alami.

Saat kita bisa merasakan adrenalin dari sebuah pendakian gunung, kita bisa membaginya dengan tulisan. Kita bisa uraikan bagaimana semangatnya melangkahkan kaki dari bawah, mendaki setiap tanjakan yang kita lewati, melihat keindahan bentang alam yang tidak bisa dilihat banyak orang serta merasakan hangatnya matahari pagi di tengah dinginnya udara puncak gunung juga saat nafas mulai sesak karena pasokan oksigen yang menipis disetiap pertambahan ketinggian.

Melalui sebuah tulisan pula seseorang bisa tergerak hati nuraninya untuk berbagi. Seorang wartawan memberitakan sebuah kejadiaan tentang sebuah bencana yang melanda sebuah wilayah. Hanya dengan membaca tanpa melihat langsung orang mampu mengetahui apa yang sedang terjadi sehingga dengan ikhlas menyumbangkan materi-materi yang dimilikinya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Tak jarang beberapa orang sampai menitikan air mata setelah membaca tulisan tersebut.

YennyFirridjal_KMO8A_Kelompok4_FadhliKabir

Rate this article!
Mimpi dan Berbagi,5 / 5 ( 1votes )