MEUGANG

“Hoe mantong ta jak, makmeugang beu jeut woe u gampong.” ( kemanapun kaki boleh melangkah, Tapi Hari Meugang harus bisa pulang kampung)

 

begitulah ungkapan yang jamak terdengar bagi mayoritas perantau yang berasal dari Aceh. bukan tampa alasan, karena tradisi makmeugang adalah momentum yang selalu hadir di awal dan akhir bulan Ramadhan.  Ada sebersit rasa sedih , bagi para perantau yang tidak bisa pulang ke kampung di hari meugang, karena dihari meugang hampir seluruh keluarga berkumpul di rumah.

 

Hari meugang biasanya identik dengan daging baik itu sapi atau kerbau, tapi ada juga yang mengganti dengan menu ayam dikarenakan keterbatasan anggaran, yang penting makan daging meski hanya sepotong.
Banyak yang bertanya kenapa juga hari pertama puasa harus makan daging? aneh banget? tapi begitulah kebiasaan masyarakat Aceh. meski sebagian perantau tidak bisa pulang kampung, namun para perantau tetap melaksanakan tradisi meugang di perantauan.

 

Banyak hikmah yang bisa di ambil pada momentum meugang ini. Ada semacam pernyataan tidak tertulis bahwa hari meugang merupakan hari makan – makan, artinya empunya rumah yang memasak daging biasanya melebihkan porsinya untuk dibagikan kepada tetangga kiri kanannya.

Sehingga orang orang yang sehari harinya jarang makanan mewah , di hari meugang dapat menikmatinya. selain memberi makanan kepada tetangga, juga menjadi ajang untuk bersilaturrahim. jika sebelum puasa sangat jarang bisa bertemu, di hari meugang, pada saat mengantar makanan akan terjalin komunikasi yang hangat.

 

Hari meugang sangat identik dengan harinya laki – laki, kenapa ? karena sudah menjadi kebiasaanya di Aceh bahwa belanja daging adalah menjadi ranahnya para lelaki,  sehingga jangan heran ketika berbelanja di pasar akan ditemui banyak bapak – bapak yang sedang memilih daging.

 

Usai menyantap makan bersama, di hari meugag biasanya di lanjutnya dengan ziarah kubur, membersihkan kubur anggota keluarga yang telah meninggal. Selain itu juga menjadi pengingat untuk yang masih hidup bahwa kelak juga akan menyusul mereka ke alam barzah.

 

Ziarah kubur juga menjadi pengingat bahwa tidak ada yang perlu di sombongkan di dunia ini, ketika kelak Allah SWT memanggil kita , hanya ditemani dengan 2 lembar kain putih, harta yang kita kumpulkan akan ditinggal, jabatan yang dimiliki akan diganti oleh orang lain, ditempatkan didalam lubang dengan ukuran 2×1 meter. Hanya amal ibadah yang dapat menyelamatkan kita.

 

Selamat berpuasa bagi umat islam di belahan bumi manapun anda berada , semoga Allah menerima semua amal ibadah kita, mari jadikan ramadhan ini lebih baik dari ramadhan yang lalu, sebagaimana hadist Rasulullah SAW “ barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang yang beruntung, barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dia merugi, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia celaka”

 

 

 

 

Rate this article!
MEUGANG,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply