MENYIAPKAN TABUNGAN ABADI (Part 2)

“Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”

(Al-Baqarah: 262)

Setelah cerita Ulbah bin Zaid yang sedekah doanya Allah terima dengan baik, maka apalagi yang menghalangi kita yang masih diberikan harta walau mungkin tak berlimpah? Apalagi yang membuat kita pelit saat mengetahui bahwa bahkan doa kita yang tulus nan jernih dapat diterima sebagai sebuah sedekah? Dan bukankah Allah menjanjikan balasan berlipat bagi siapa saja yang senang bersedekah? Ya, bersedekah baik harta maupun doa adalah tabungan abadi kita, karena harta kita sesungguhnya adalah yang kita bagikan bukan yang kita simpan dan habiskan.

Dalam melakukan amal, dalam hal ini sedekah, ada syarat yang harus dipenuhi agar amal kita benar-benar masuk ke rekening tabungan abadi kita.

  1. Niatnya ikhlash

“ Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang diniatkannya.” (Hadits). Jadi, segala amal itu tergantung niatnya, dan seseorang akan memperoleh hasil dari apa yang diniatkannya. Saat kita memberikan bantuan berupa harta maupun doa maka lakukan semanya dengan keikhlasan, bukan karena pujian atau saling memamerkan kekayaan.

  1. Caranya benar

Bersedekah saja tidak cukup membuat saldo tabungan abadi kita bertambah, namun caranya juga harus benar. Cara bersedekah yang benar adalah dengan tidak menyakiti, seperti yang disebutkan dalam Al-Baqarah ayat 262. Memberi tanpa mencaci maki orang yang diberi.

  1. Tidak mengungkit pemberian

Terkadang seseorang yang merasa dikhianati oleh orang yang pernah ditolongnya, akan kecewa dan akhirnya mengungkit-ungkit masa lalu. Dia mengingat pemberiannya dulu lalu mengutuk seakan menyesali bantuan yang pernah diberikan. Astaghfirullah.  Tidak sepantasnya kita melakukan yang demikian.

Berbagi, menyiapkan tabungan abadi akan berhasil ketika ketiga syarat tadi terpenuhi. Memberi dengan ikhlash dan tidak diiringi dengan perkataan menyakiti serta tanpa mengungkit-ungkit pemberian kita. Hal ini bisa kita lihat pada masa Khalifah Utsman saat negara membangun ‘batu sedekah. Batu sedekah adalah batu yang diletakkan di depan masjid. Batu ini memiliki lubang di salah satu sisinya. Di lubang itulah orang-orang kaya akan meletakkan uang dan orang-orang miskin akan mengambil uang tanpa harus bertemu. Setiap hari orang-orang memasukkan tangannya ke dalam lubang itu, dan tak ada yang tahu apakah ia sedang meletakkan atau mengambil uang. Hal ini dilakukan untuk menghindari riya’ hutang budi dan rasa malu. Masya Allah.

Jadi, sudah jelas ya! Tidak ada alasan untuk tidak bersedekah, karena senympun dapat bernilai sedekah, bahkan doa tulus kita bisa bernilai sedekah. Namun, bersedekah saja tidak cukup untuk menambah tabungan abadi kita, tetapi ikhlaskanlah, jangan menyakiti apalagi mengungkit-ungkitnya. Semangat berbagi. Wallahu’alam.

Rate this article!
Tags: