Menulislah, Walau hanya Satu Buku

Kata kata itu sangat familiar dan banyak beredar diantara status jejaring media sosial. Aikh, saya tidak tahu sumber pastinya dimana yang jelas kata itu memberikan inspirasi untuk saya. Menulislah, setidaknya satu buku seumur hidupmu.

Iya, kata singkat itu tentu memiliki makna yang sangat besar. Saya sendiri suka menulis sejak SMP hingga sekarang. Iya mimpi itu ada sejak saya SMP. Saya masih ingat ketika SMP dulu internet belum sebooming sekarang. Dulu ada internet dan itu hanya menjadi mata pelajaran komputer yang membosankan. Hingga akhirnya internet berkembang dan muncullah blog, dimana setiap penulis amatiran seperti saya bisa berkreasi seenaknya. 😀

Kalau dulu sech saya ingat betul, bagaimana susahnya tembus sebuah majalah atau sebuah koran untuk mengirimkan tulisan tulisan kita. Hingga akhirnya saya mendalami ilmu kepenulisan ini, bahkan mengikuti sebuah klub jurnalistik di Kota Bandung. Mengikuti berbagai macam pelatihan dan hasilnya? Belum satu pun buku yang saya terbitkan. Heheheu iya, itu karena saya selalu bingung memulai dan mengakhiri darimana untuk buku. Eits tapi jangan salah, satu buku yang rampung saya kerjakan adalah buku tugas akhir saya untuk dapat gelar sarjana muda. Heheheu

Lalu kenapa saya masih konsisten menulis hingga sekarang?? Jawabannya simpel, karena saya ingin menerbitkan satu buah buku setidaknya hanya satu buku seumur hidup saya, agar kelak ketika saya tidak ada, ada satu yang berbekas dari saya, yaitu buku.

 

Rate this article!

Leave a Reply