MENULISLAH, AGAR BERTAMBAH UMURMU

Oleh: Abdullah Makhrus

Aku
Kalau sampai waktuku.
Ku mau tak seorang kan merayu…
Tidak juga kau…
Tak perlu sedu sedan itu…
Aku ini binatang jalang.
Dari kumpulannya terbuang…
Biar peluru menembus kulitku.
Aku tetap meradang menerjang…
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari…
Hingga hilang pedih peri,,,
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi…
(Maret 1943, Pengarang : Chairil Anwar)

Membaca puisi di atas, mengingatkan saya pada keinginan banyak orang agar terus bertambah umurnya. Mungkin termasuk Anda pembaca tulisan ini. Ya, wajar saja jika setiap orang ingin bertambah umurnya. Karena mereka masih ingin menikmati sajian nikmat Allah di dunia. Bahkan, Chairil Anwar saja juga ingin hidup seribu tahun lagi.

Sebelum saya melanjutkan tulisan ini, saya ingin bertanya pada Anda. Apa benar Anda ingin bertambah umurnya?. Jika ya jawabannya, maka saya punya resepnya. Mau apa mau?. Yuk resapi hadis berikut ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

 

Ya, dari hadis di atas saya baru menyadari bahwa seseorang yang sudah meninggalpun, masih bisa mendapatkan kiriman pahala jika memiliki ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang. Bagaimana ilmu itu bisa bermanfaat bagi banyak orang?.

Tentu dengan cara Anda menuliskannya, sehingga tulisan Anda menginspirasi dan dibaca oleh ratusan, ribuan, bahkan jutaan manusia. Dengan demikian, jika Anda bertambah pahala seolah-olah Anda akan terus bertambah umurnya. Bagaimana tidak, lha orang sudah meninggal saja masih bisa mendapatkan pahala dari ilmunya. Menarik bukan?

Kadang kita sering bingung, mau menulis apa dan darimana?. Oke, akan saya jelaskan sekarang. Sebenanya, menulis itu bisa dimulai dari ide apa saja dan darimana saja. Asalkan Anda menuliskannya sekarang. Iya, sekarang. Menulis bisa dimulai dari saat Anda melihat fakta, kejadian, pengalaman yang berkesan dalam keseharian hidup Anda. Ini yang paling mudah menurut saya.

Kenapa?, Karena Anda setiap hari dan setiap saat berinteraksi dan menemukan banyak fakta. Dari sinilah Anda bisa menuliskan apa saja. Yang penting, yang paling berkesan menurut Anda. Bahkan yang tidak berkesanpun, bisa Anda buat menarik setelah Anda kembangkan ceritanya.

Jika masih belum menemukan ide juga, maka Anda bisa banyak membaca. Ya, seseorang akan bisa dan mudah menulis dimulai dari kebiasaannya banyak membaca. Ini syarat utama sih bagi penulis pemula seperti saya dan mungkin juga Anda.

Anda bisa mulai membaca sumber inspirasi dalam berbagai cerita yang Anda buat dengan banyak membaca dan mentadabburi Al Quran. Membaca hadis, sirah Nabi dan sahabat yang dimuliakan Allah akan akhlak dan teladan kehidupannya.

Kalau Anda masih bingung juga, mungkin Anda bisa memulai menulis terkait profesi Anda. Jika Anda guru Anda bisa menuliskan cerita mengesankan selama menjadi guru. Bagaimana cara mendidik siswa dan mengubah pribadi mereka. Jika Anda pebisnis kuliner, Anda bisa menceritakan bagaimana jatuh bangun membangun usaha hingga sukses sampai sekarang.

Jika Anda trainer, Anda bisa saja menceritakan kisah balik bagaimana dulu ketika Anda yang semula tidak bisa berbicara di depan panggung, hingga Anda keranjingan berbicara di depan ratusan atau ribuan peserta di setiap training Anda. Dan semua itu bisa Anda ceritakan, sehingga itu menjadi pelajaran berharga buat orang lain yang mungkin akan memilih profesi yang sama seperti Anda. Bukankah itu akan menjadi ladang jariah Anda?. Mudah sekali kan?

Bagi saya, menulis bukan sekedar menjadi hobi baru saat ini. Namun menulis itu mencetak mesin pahala dengan mudah, gratis, dan bisa dilakukan kapan saja. Asal Anda mau dan punya keinginan kuat untuk mendapatkan pahala berlimpah. Jika Anda ingin mendapatkan tambahan penghasilan, Anda rela kerja berangkat pagi bahkan lembur hingga larut malam. Sampai-sampai Anda punya motto BP8 alias Berangkat Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-pasan Pengeluaran Penuh Perhitungan. Hehe…

Maka untuk mendapatkan tambahan pahala, semestinya Andapun harus rela meluangkan waktu untuk melakukannya. Ya, menulis adalah melakukan hal yang sederhana plus murah meriah. Kalau kamu masih beralasan sibuk, maka ingat pesan Pak Guru dan inspirator saya dalam menulis, yaitu Bapak Much. Khoiri, seorang dosen Unesa yang begitu banyak karya tulisannya. Beliau pernah menulis buku SOS(Sopo Ora Sibuk).

Bagi saya, semua orang pasti sibuk. Orang yang tidak sibuk hanya orang yang mati saja. Karenanya, kamu cukup mulai menulis apa saja mulai sekarang. Sekali lagi, kamu cukup mulai menulis apa saja mulai sekarang juga. Aku?,Iya kamu….

Selamat menulis kawan… kunantikan tulisanmu 

Hak cipta hanya milik Allah, silakan disebarkan jika bermanfaat buat Anda dan kawan tercinta Anda tanpa harus meminta izin kepada saya. Semoga bermanfaat. InsyaAllah.

Ngawi, 24 Juni 2017

Rate this article!
Tags: