Menulis (yang) Melintas Batas Ruang & Waktu

Ada satu kutipan yang menurut saya cukup merepresentasikan pentingnya sebuah proses menulis. Kutipan tersebut berbunyi, “Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.” (Ajidarma, 1997).

Tentunya arti menulis dapat berbeda bagi setiap individu. Akan tetapi untuk saya pribadi, menulis merupakan sebuah kegiatan yang melepaskan, baik itu sebuah gagasan, pengejawantahan perasaan, maupun sekedar coretan iseng. Menulis membantu saya untuk memahami sesuatu (permasalahan) dengan lebih baik dan menyampaikan ide atau gagasan dengan lebih terstruktur.

Lalu, apakah sebenarnya menulis itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI); menulis, yang berasal dari kata dasar tulis artinya adalah suatu proses merangkai huruf, angka dan sebagainya dengan menggunakan pena, pensil, kapur, dan lainnya. Menulis juga memiliki arti melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan; atau menggambar, melukis; dan membatik (kain).

Menulis dapat dituangkan di atas berbagai media. Berdasarkan materialnya, media menulis dapat dibagi menjadi tiga, yaitu media lembar (kertas, karton dan kain); media layar (komputer dan telepon seluler); dan media dinding (lukisan atau gambar di dinding). Selain itu, berdasarkan sifat kebendaannya media menulis dibagi menjadi media virtual dan non-virtual.

Media virtual adalah media menulis yang abstrak, sebagai contoh penggunaan berbagai aplikasi online, baik itu Facebook, Twitter, Path, Blog, WordPress, dan masih banyak lagi. Sedangkan media non-virtual adalah penggunaan media yang konkrit dan terjamah, antara lain yaitu buku, poster, pamflet, dinding, dan lainnya.

Belakangan ini, dengan semakin meningkatnya fasilitas internet, seseorang memiliki ruang lebih banyak untuk menulis dan mengekspresikan diri. Media sosial menjadi salah satu media yang paling banyak digunakan untuk menulis, baik itu berupa opini, catatan singkat, essay, maupun kutipan personal. Hal ini menjadikan sebuah tulisan dapat dengan mudahnya tersebar melintasi ruang batas dan waktu.

Dengan semakin banyaknya ruang untuk berekspresi, saya pribadi menjadi lebih terdorong untuk menulis lebih banyak dan lebih baik lagi. Saya bermimpi, suatu hari tulisan saya dapat tersebar di seluruh dunia melintasi ruang batas dan waktu.

Dwi, 161216

KMO 8A2/Andrew

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply