Menulis untuk tetap HIDUP

Menulis untuk tetap HIDUP

Saya yakin bahwa kebanyakan orang yang suka membaca pastinya berkeinginan untuk menjadi seorang penulis. Karena buku yang dibacanya telah menginspirasinya. Karena manusia itu sendiri ingin menciptakan kebermaknaan bagi sekitarnya. Makanya berkeinginan untuk menjadi seorang penulis.

Bagi orang yang belum tau bagaimana caranya menjadi seorang penulis, berpikir sampai pusing bagaimana caranya untuk bisa menjadi seorang penulis. Mereka bertanya dan selalu diawali pertanyaan dengan “dari mana mulainya?” padahal dalam menulis, ya tinggal menulis saja. Soal nanti akan jadi apa tulisannya, bisa terlihat dari tulisannya. Maksudnya genre yang akan Anda pilih dan fokuskan. Karena kalau Anda terlalu Anda banyak berpikir dan membandingkan tulisan orang lain dengan Anda. Anda akan terdiam dengan penuh rasa down. Karena faktanya ketika Anda membandingkan tulisan Anda dengan orang lain. Anda akan merasa down, merasa kurang bagus, dan akhirnya Anda merasa kurang termotivasi untuk menulis.

Walaupun untuk menjadi seorang penulis tak semudah membaca tulisan di atas. Tetapi Anda memiliki keputusan untuk menjadi seorang penulis. Dosen Saya pernah berkata, “pekerjaan yang tak akan pernah ada pensiunnya adalah PENULIS”. Saya pun mengiyakannya, karena memang benar adanya. Siapa pula yang akan memecat kita sebagai seorang penulis.

Menulis sudah ada sebelum masehi, jadi kegiatan ini adalah kegiatan kuno. Bohong rasanya bila Anda mengatakan nggak bisa menulis. Buktinya Anda sendiri bisa menulis dalam bentuk tulisan pendek, seperti chatting atau sekedar menulis status di media sosial. Perlu Anda sadari bahwa keterbatasan menulis bukan karena Andanya yang nggak bisa. Tetapi Anda butuh hal hal eksternal dan internal untuk bisa menuliskan apa yang Anda pikirkan.

Kebanyakan orang ingin menulis seperti apa yang orang lain tuliskan. Misal Anda ketika baca tulisan orang yang isinya motivasi dan pengembangan diri, Anda jadinya ingin bisa menulis seperti itu, padahal Anda sukanya membaca novel. Suka dengan tulisan bukan berarti Anda mudah juga dalam menuliskannya. Namun, kalau Anda membaca buku dan menulis sesuai buku yang Anda baca dan genre yang Anda sukai. Itu akan sangat mudah bagi Anda untuk bisa menuliskannya.

Jadi kalau Anda berkata “nggak bisa menulis gue. Emang gue bukan bakatnya menjadi seorang penulis kok”. Sekali lagi Saya tekankan, Anda hanya terlalu berharap dengan tulisan orang lain dan Anda menginginkan menulis seperti orang menulis dan kapasitas diri Anda belum bisa memenuhi keinginan itu. Itu salah satu sebab mengapa Anda belum juga memulai menulis.

Padahal untuk bisa menulis nggak harus seperti orang lain lho. Ingat! Anda punya pengalaman pribadi yang UNIK dan orang lain pun belum tentu punya. Nggak selalu harus “WAH” kok. Cerita yang sederhana terkadang bisa membawa inspirasi bagi pembacanya, Anda sekarang bisa muliskan pengalaman pribadi Anda. dan STOP! Membandingkan tulisan Anda dengan harapan bisa seperti orang lain. Jadi mulai saja menulis pengalama pribadi Anda.

Menjadi Mungkin Bisa Kita Merasa Terbuka

Boleh Saya cerita sedikit tentang kenapa Saya suka membaca dan akhirnya suka menulis, dan juga berkeinginan menjadi seorang penulis yang berhasil menerbitkan BUKU yang manfaatnya tersebar ke banyak orang.

Sebelum tahun 2012, Saya adalah seorang PEMBENCI BUKU. Ya, Anda nggak salah baca. Setiap buku yang menumpuk di kamar. Saya merasa pusing ketika mulai membacanya, buku buku itu semua adalah buku kaka Saya. Saya merasa membaca itu membosankan, pusing, dan kurang membawa hasil yang signifikan (pikiran saat itu).

Namun ketika tahun 2012, tepatnya bulan agustus. Allah berhendak lain. Saya merasa iri dengan saudara sepupu Saya. Bahwa dia mendapatkan doorprize sebuah buku dalam acara pesantren kilat. Saat itu bulan ramadhan, jadinya kami mengikuti kegiatan pesantren kilat.

Saya yang awalnya membenci buku, bahkan untuk melihat lembaran tulisannya pun sudah merasa pusing. Saya memutuskan untuk meminjam buku saudara sepupu Saya. Singkat cerita Saya sangat termotivasi dengan buku itu. Buku itu isinya tentang bagaimana Remaja Muslim mengatur kesehariannya. Kurang lebih seperti itu.

Di bulan yang sama Saya pergi ke gramedia namun bukan bersama kaka Saya (Saya biasanya bersama kaka Saya) namun Saya pergi bersama Ayah Saya. Tanpa direncanakan untuk membeli buku, namun saat itu aku diarahkan untuk membaca dan membeli buku “Allah tak pernah ingkar janji” Dan Saya membaca buku itu. Saya sampai sekarang belum membacanya sampai selesai. Karena entah ke mana buku itu, sampai sekarang hilang begitu saja. Saya merasa hidup Saya ditampar bolak balik oleh buku itu, ketika Saya masih kelas 11 MAN (setara SMA).

Pada akhirnya, itulah yang membuat Saya sekarang sangat kecanduan dengan buku, ke mana pun Saya membawa buku bacaan untuk mengisi waktu luang. Entah itu di dalam KRL (baca: kereta rel listrik) atau ketika dosen belum datang. Karena membaca itu benar benar membuka dan memberikan pandangan baru terhadap PIKIRAN kita. Anda sendiri boleh membuktikan dan merasannya kalau sudah kecanduan membaca buku.

Faktor Eksternal

Kalau ingin cepat suka membaca dan menulis, maka temukanlah lingkungan itu di sekitar Anda. ketika Saya belum suka membaca, Saya nggak sedekat dengan teman Saya sekarang ini. Saya bisa dekat karena minat dan kesukaan itu sangatlah bisa mencerminkan siapa teman kita. Boleh Anda cari teman yang suka membaca dan suka menulis. Saya berani jamin, kalau Anda pun akan ikut tertular menjadi suka membaca dan menulis.

Ketika Saya merasa terinspirasi dengan sebuah buku, Saya terbiasa untuk merekomendasikan kepada teman Saya yang suka baca itu, untuk membacanya sampai habis. Setelah habis kita melakukan diskusi sehingga tingkat pemahaman terhadap buku tersebut semakin meningkat. Apalagi kalau dibarengi dengan tindakan setelah membaca buku itu. Akan semakin melekat dengan diri kita.

Kalau Anda ingin suka membaca, ya gabung dengan orang yang suka membaca. Begitu juga dengan menulis, Anda juga harus gabung dengan mereka yang suka dan mahir dalam menulis. Disitulah Anda bisa memodel tulisan teman Anda. Ketika Anda memiliki gambaran bagaimana caranya menuliskan sebuah ide dalam bentuk tulisan. Anda akan mudah menulisnya. Anda akan terampil dalam menyampaikan apa yang ada di dalam benak Anda.

Satu hal yang perlu Anda ingat! Untuk bisa lancar menulis, Anda harus banyak membaca buku buku yang akan mendukung tulisan Anda. Karena semakin Anda banyak membaca buku, Anda akan semakin mudah menuangkan pikiran Anda.

Miliki Alasan yang Kuat dalam Menulis

Ya, sampai di tahap akhir. Semuanya akan kurang bermakna kalau Anda nggak punya alasan yang tepat nan kuat. Bila diibaratkan sebuah pohon, tumbuh besar namun mengakarnya tak dalam. Perlu ditanamkan sebuah niat/alasan/motivasi atau apapun itu yang menjadi pendorong Anda untuk tetap MENULIS. Ya, Anda harus punya itu. Dengan Anda punya alasan yang kuat untuk bisa menulis, Anda akan terus terpacu untuk bisa menulis lebih banyak, lebih menyentuh, lebih mengalir.

Alasan terkuat Saya adalah MENULIS untuk TETAP HIDUP! Bila harimau meninggalkan belang, gajah meninggalkan gading, dan manusia meninggalkan NAMA. Kalau sekedar nama orang lain akan mudah lupa dengan kita. Bila kita menulisan NAMA kita dalam bentuk karya, maka orang lain pun akan selalu ingat dengan kita.

Saya membayangkan ketika Saya mati nanti, Saya melahirkan karya yang amat sangat membantu banyak orang. Dan Saya niatkan buku itu untuk bisa membawa kebaikan, untuk bisa membantu orang lain, memberikan pencerahan, membuka wawasan baru, Saya ingin hidup lebih bermakna dengan menulis sebuah karya.

Mungkin ada yang mengatakan “Penulis itu penghasilannya kecil”. Itu hanyalah orang yang menjadikan UANG sebagai motivasinya. Nggak apa apa, nggak ada yang salah. Namun royalti akan berarti bila kita niatkan juga untuk ibadah, untuk menebar kebaikan. Karena royalti itu adalah EFEK SAMPING.

Jadi, Saya ingin hidup Saya abadi selamanya. Abadi dalam karya, karya yang tak pernah lekang oleh waktu. Saya ingin bisa membuat orang mau melakukan kebaikan apa yang Saya berikan dalam karya tersebut. Dan Menjadi pribadi yang lebih baik.

Mudah mudahan, buku buku yang Saya tulis kelak sampai ke anak cucu Saya. Bahwa sang pewaris generasi keluarga adalah seorang penulis. Penulis yang siap menyiapkan peradabaan untuk lebih baik lagi. Mudah mudahan di tulisan ini pun Anda merasa tergerak untuk segera menulis. Menuliskan segala yang Anda ingin tulis. Sekian.[]

Rate this article!
Menulis untuk tetap HIDUP,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: