Menulis untuk kebaikan

Menulis untuk kebaikan


Priscilla Pritha Pratiwindya
KMO 08B – kelompok 01

 

Menjadi anak rantau dan tinggal di ujung timur Indonesia bukanlah hal yang mudah bagi saya. Jauh dari keluarga dan teman, meninggalkan zona nyaman, dan memutuskan pergi dari rumah adalah keputusan terbesar dan terpenting dalam salah satu sejarah hidup saya.

Bertahun saya jalani dan bekerja melayani masyarakat membuat saya belajar banyak tentang arti hidup. Saya mengalami dan menyaksikan sendiri kehidupan masyarakat di Timika, Papua. Dua tahun 6 bulan saya tinggal di sini dan berdinamika dengan masyarakat sekitar, terutama pada anak-anak.

Saya merasa bahwa apa yang saya alami selama ini, seharusnya bisa saya bagikan pada orang lain. Selama ini, saya hanya berbagi cerita lewat gambar, sekilas lewat akun instagram yang saya miliki. Jauh dari cukup memang untuk menggambarkan kondisi yang sesungguhnya. Saya mau menulis, tapi saya merasa kurang yakin apakah pengalaman saya cukup berharga untuk diketahui orang banyak, saya tidak percaya diri apakah yang saya ceritakan cukup penting untuk didengar banyak orang.

Dan, iya, ketidak-rasa-percayaan diri saya memenangkan segalanya.

Saya tidak mau berbagi lewat tulisan.
Tapi, di penghujung masa berbakti saya disini, saya sadar bahwa saya memiliki kewajiban untuk memberitahukan kepada masyarakat di lain daerah tentang Papua. Dan, salah satu caranya adalah dengan tulisan.

Harapan saya tidak muluk, awalnya ingin belajar menulis disini adalah supaya saya bisa mengerti cara menulis dengan benar, dengan baik, supaya orang lain bisa memahami apa yang kita maksud.

Tapi, saya sadar kenapa sekarang saya harus berlatih menulis, saya ingin berbagi kebaikan, saya ingin menyebarkan cinta, saya ingin supaya kita sebagai manusia bisa lebih saling memahami.

Iya, saya ingin menulis untuk berbagi kebaikan dan semoga harapan saya bisa terlaksana dengan campur tangan semesta.

Rate this article!
Menulis untuk kebaikan,5 / 5 ( 1votes )
Tags:

Leave a Reply