Menulis Untuk Butiran Cinta

Berikut kutipan dari sastrawan yang menjadikan menulis sebagai untuk menebar cinta. menulis pada dasarnya bukanlah suatu coret – mencoet namun pada halnya menulis itu adalah untuk mengungkapkan perasaan di dalam diri kita,saat kita ingin meluapkan sesuatu keinginan yang masih menganjal dan masih ter’giang di pikiran kita. menulis mempunyai kekuatan yang Maha Dahsyat yang mampu menggetarkan sekitarnya, meski satu bait yang di tulis atau hanya beberapa kata cukup untuk mempengaruhi orang lain dan membuat orang lain terpengaruh di dalamnya.

Tujuan menulis yang dikenal orang-orang adalah hanya sebagai merangkai kata dan merangka satu kalimat yang hanya berlandaskan pada fikiran mereka sahaja. , tujuan menulis dalam artian cinta kita berusaha untuk memahami arti tulisan kita itu dan berusaha untuk menghidupkan apa arti yang kita tuliskan. meskipun hanya sebuah coretan kata dan untaian kata yang terhampir kan oleh beberapa bait paragraph kita harus tahu arti kata yang kita tulis. Yang kamu tulis nanti pasti akan  di baca oleh orang – orang yang membacanya. Cintailah tulisan mu Cintailah kata-katamu dan pegang erat yang kamu tuliskan.

Kita tahu menulis adalah memegang pena dan mengerakkan tangan dengan lunglai dan merajut kata-kata, menuang kan ide kita dan menorehkan pengalaman kita atau cerita kehidupan kita. Terlepas dari pengertian menulis, ketika seorang menjadi penulis nantinya pada setiap hal yang terjadi dia telajh menebar cinta. Mengapa bisa demikian??

  1. Menulis untuk cinta adalah menyampaikan perasaan

Menyampaikan perasaan adalah suatu kejujuran sendiri dan kadang seseorang dia belum bisa jujur kepada orang lain dia biasanya akan mencoret – coret di kertas dia seakan – akan bilang apa yang dia sampaikan nanti sebelum dia mengatakan sesuatu pada orang itu. Dan tulisan bisa menjadi wujud jalan cinta kasih dalam menyampaikan perasaan kita. karena kejujuran seseorang akan tersampaikan dari sebuah tulisan yang berasal dari hatinya, karena sesuatu yang disampaikan dari hati past tersampaikan.

  1. Menulis untuk cinta adalah catatan sebuah jejak

Jejak dalam langkah kaki pasti akan membekas di dalam setiap cetakan tanah, maksudnya menulis untuk sebuah kenang –kenangan dan sebuah reka rangkaian peristiwa yang di alami oleh kita. Ada sebuah cerita seseorang remaja dia selalu menuliskan apa yang dia lakukan, dia selalu menulis di tempat pohon yang rindang dengan sampingnya aliran sungai . dia menuliskan sesuatu “ catatan ku adalah sebuah jejak ku dari setiap hal yang pernah aku jalani “ karena dia tahu  apa yang dia tulis nanti akan di baca oleh orang – orang nantinya dan akan di kenang.  Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian (Pramodya Ananta Toer)

  1. Menulis untuk cinta adalah melindungi peradaban

Sekarang kita melihat keadaan tuangan pena para penulis yang berisikan kebencian, penistaan dan argumentasi yang deskruktif mereka hanya memikirkan persepsi mereka tanpa melihat tulisan , tulisan dan tulisan itu akan membuat kehancuran seseorang bahkan dunia. Jadilah seorang penulis yang menyampaikan sebuah tulisan yang berbobot dan ketika seseorang membacanya akan membekas dalam dirinya dan menjadikan perubahan kepada orang lain.

Jadi, sekian banyak hal-hal yang akan kita tuliskan nanti semua akan bermuara pada satu tujuan “ Tulisan yang kau tulis pasti nanti akan berisikan keselamatan dan kehancuran, maka pilihlah dan renungkan sebelum kau menuangkan sesuatu, karena ibarat air kalau sudah tumpah dari gelas pasti akan juga meluap”. Tulislah dengan cinta dan kasih. Kita harus menulis seseuatu yang mampu membuat komunikasi dan membangun persaudaraan dan saling menyampaikan perasaan. Tujuan ku menulis adalah : I give the love of my notes from my pen to save around . aku menulis yang baik untuk kebaikan sekitarku dan untuk cintaku pada mereka

Ahmad agus Tohir KMO  8 A kelompok 2

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply