Menulis Seperti Mengukir Sebuah Sejarah

Ada banyak hal di dunia ini yang kita lalui, kesakitan, kebahagiaan, tawa dan tangis, semua adalah pengalaman hidup yang mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi di masa selanjutnya. Pengalaman hidup ini selalu aku tulis, walaupun itu terkadang cuma sebuah tulisan singkat di buku saku, bagiku itu adalah informasi penting yang pasti aku butuhkan dikemudian hari, bahkan mungkin orang lain. Kebiasaan ini yang membuat aku ingin sekali menulis sebuah buku, karena bagiku menulis layaknya seperti mengukir sebuah sejarah, membagi pengalaman dan wawasan.

Keinginan terbesarku untuk menulis ini, bukan hanya dilandaskan karena aku seorang dosen, tetapi juga karena hobiku dalam memelihara serta merawat kucing dan anjing terlantar. Banyak sekali kisah yang menyentuh hati yang ingin aku bagikan pada orang lain melalui tulisanku. Sebagai seorang Dokter Hewan, pengalaman dalam penyakit hewan peliharaan dan terapi tradisional maupun pencegahannya juga ingin aku tuliskan dalam sebuah buku, dengan harapan agar penyayang hewan dapat memperoleh informasi untuk hewan kesayangannya. Terhitung sejak 4 tahun yang lalu, aku menjadi seorang dosen mikrobiologi dan riset kedokteran, banyak tema pembelajaran yang aku lalui serta menjalani riset kerjasama dengan lembaga asing, membuatku semakin dan semakin ingin menulis dalam sebuah buku. Besar harapan agar informasi yang pernah aku cari dan aku dapatkan, dapat pula menjadi sumber informasi bagi orang lain melalui buku yang aku tulis.

Sejak sekolah menengah pertama, aku sering mengikuti lomba menulis, satu hal yang tidak terlupakan, adalah pada saat mengikuti lomba menulis surat tingkat SMP seluruh Surabaya (sekitar tahun 2000), yang ditujukan kepada para pemimpin Negara Indonesia, dengan situasi politik yang masih kurang baik pada saat itu, sedikit potongan kata dari kalimat yang aku tuliskan, masuk dalam koran Jawa Pos, dan mendapatkan juara, sekalipun juara harapan II. Pada saat itu, muncul pertama kali keinginan saya untuk terus menulis. Mungkin tulisanku tidak sebaik orang lain dan jauh dari kata sempurna, tapi aku masih terus ingin belajar dan menggapai mimpiku, untuk menulis dan menghasilkan buku, setidaknya satu buku di tahun 2017.

Sebuah keberuntungan, aku mendapatkan informasi mengenai KMO sebagai jembatan untuk terus menulis hingga menghasilkan sebuah buku, bersama dengan teman-teman baru yang miliki mimpi sama. Tidak lupa saya mengucapkan banyak Terima Kasih, kepada mas Ringga yang memberikan informasi mengenai KMO pertama kalinya, sebelum masuk kedalam kelompok KMO, serta ucapan Terima Kasih yang sebesarnya kepada mas Aufa, walaupun baru pertama kali mengenal, beliau sangat ramah dan sabar untuk terus membimbing saya ditengah kesibukan aktivitas sehari-hari.

Almaedawati Erina

KMO 8 Kelompok 3

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply