Menulis Sebagai Jangkar WAktu

Kita sebagai makhluk yang dinamis selalu mengalami perubahan dan perkembangan dalam hidup. Setiap detik waktu berjalan selalu ada hal baru yang dialami, selalu ada hal baru juga untuk dipelajari. Begitu mudah sesuatu di sekitar kita datang sebagai masa kini dan berlalu menjadi masa lalu seketika itu juga. Bahkan karena sangat cepatnya sesuatu hal itu datang dan pergi dalam hidup kita sehingga ada saja yang terlupa atau kita alami dengan tidak sadar.

Keterbatasan kemampuan mengingat membuat manusia berusaha untuk mengabadikan hal-hal tertentu dalam hidupnya. Hal-hal yang terjadi itu bisa berupa kenangan baik atau kenangan buruk. Dan untuk mengabadikannya ada beberapa hal yang dilakukan seperti membuat gambar dua dimensi, karya seni tiga dimensi atau menulis. Ketiga cara tersebut memberikan kesan dan rasa tersendiri yang berbeda satu sama lain.

Pengalaman adalah guru yang terbaik, itu adalah kata bijak yang sering kita dengar. Menulis adalah salah satu cara agar “guru” tersebut mudah dimengerti dan dipahami. Seperti contoh nyata yang saya alami ketika berlibur ke pulau Bali beberapa hari lalu. Ketika ada banyak tempat untuk dikunjungi dan kami sangat sedikit informasi yang kami miliki. Cara yang mudah dan “kekinian” adalah tentu dengan googling melalui smartphone saya. Dari sana muncul begitu banyak informasi yang berhubungan dengan tempat-tempat yang akan kami kunjungi. Akhirnya liburan saya di pulau Bali menjadi mudah dan menyenangkan.

Menuliskan pengalaman pribadi membantu kita mengingat kenangan atau pengalaman apa saja yang pernah terjadi dalam hidup kita. Bahkan mungkin sampai pada detail terbaiknya. Dengan demikian kenangan tersebut akan terawetkan bersama dengan lestarinya tulisan kita tersebut.  Dan di sisi lain tulisan kita yang kita publikasikan menjadi informasi yang berharga bagi orang lain. Sehingga pada akhirnya pengalaman tersebut bisa tetap lekat dalam ingatan dan juga bisa menjadi “guru” bagi kita sendiri dan bagi orang lain.

Semakin maju peradaban semakin tinggi kebutuhan untuk menulis. Pasti hampir semua penduduk kota besar di Indonesia yang menggunakan media sosial. Media sosial adalah ajang dimana setiap penggunannya dimungkinkan untuk saling bertukar informasi. Dan dalam aktifitas tersebut mau tidak mau kita sebagai penggunannya diharuskan menulis. Jadi sekarang hampir tidak ada orang yang tidak menulis. Tinggal sekarang maukah kita meningkatkan kualitas tulisan kita sehingga menjadi jangkar waktu kita dan bermanfaat bagi orang lain.

Rate this article!
Tags: