Menulis Menciptakan Saya yang Lebih Baik

Saya menemukan begitu banyak waktu dimana orang mempertanyakan “kenapa nulis?”, “kenapa mau jadi penulis?”, “kenapa suka nulis?”, dan pertanyaan-pertanyaan sejenis lainnya. Kadang saya menjawabnya dengan asal-asalan, menjawab sekenanya asal si penanya diam tidak bertanya lagi. Karena pertanyaan itu muncul sejak awal saya mulai menulis, sejak saya SMP lebih tepatnya, dan di usia tersebut saya tidak tau alasan kenapa saya menulis, yang saya tau adalah saya suka menulis, itu saja cukup bagi saya. Tapi ternyata tidak cukup bagi banyak orang. Bagi banyak orang, kita harus punya alasan yang jelas kenapa kita suka sesuatu dan kenapa kita melakukan sesuatu.

Semakin saya dewasa dan mengenali diri saya sendiri, saya mulai mengerti mengapa saya menulis. Maka ketika pertanyaan itu muncul saya punya banyak jawaban yang bisa saya utarakan.

Saya menulis karena saya tidak seperti kebanyakan teman saya yang berbakat dalam olah raga dan kesenian. Saya bahkan hanya suka olah raga renang dan tidak mahir dalam memainkan instrumen musik apapun. Yang saya bisa hanya menulis. Maka menulis lah saya. Menciptakan diri saya yang berbeda.

Saya menulis karena saya terlahir ditengah keluarga yang sukses dalam banyak bidang. Sederet nama aktor dapat saya sebutkan sebagai anggota keluarga saya, belum lagi sederet saudara saya yang sukses dalam bidang akademiknya, juga tentu saja tak terhitung keluarga saya yang sukses menjadi pekerja seni. Satu-satu yang tidak dimiliki oleh keluarga saya adalah seorang penulis. Maka menulis lah saya. Menciptakan diri saya yang melengkapi kekosongan.

Saya menulis karena saya sangat mencintai buku. Saya sangat suka membaca dan bacaan saya pun tidak terbatas pada satu-dua jenis buku. Saya membaca hampir semua hal yang tersedia. Namun terkadang saya merasa kurang puas dengan apa yang saya baca. Maka menulis lah saya. Menciptakan diri saya yang mampu memuaskan diri saya sendiri.

Saya menulis karena saya punya terlalu banyak mimpi. Dengan menulis saya bisa mewujudkan mimpi saya itu. Paling tidak pada karya-karya saya, saya pernah melakukan ini dan itu. Menjelajahi ruang dan waktu yang tak berbatas. Maka menulis lah saya. Menciptakan diri saya yang hidup dengan cara berbeda.

Saya menulis karena saya belajar untuk memahami bahwa semakin saya dewasa tidak semua hal bisa disampaikan dengan lisan. Karena ternyata lidah lebih sering menyakiti. Tapi memlalui tulisan saya dapat memunculkan cara berkata yang berbeda. Menulis membuat saya lebih banyak berpikir tentang hal-hal yang ingin saya sampaikan di banding saat saya berbicara. Maka menulis lah saya. Menciptakan diri saya yang lebih layak.

Menulis menjaga saya menjadi orang dewasa yang lebih waras, karena tanpa menulis akan selalu ada ganjalan di hati dan otak kita tentang terlalu banyak hal yang terjadi dalam kehidupan. Menulis menjadikan saya tidak terbebani dengan pikiran-pikiran saya, karena setelah saya menuliskannya saya tidak perlu memikirkannya lagi, hanya perlu membaca ulang. Menulis menjadikan saya terbebas dari keterbatasan, karena hanya dengan menulis kita bisa berada di tempat-tempat dan waktu-waktu yang tidak bisa kita datangi di kehidupan nyata. Menulis membuat saya menjadi diri saya yang lebih baik.

Tags:
author

Author: