MENULIS MEMBUATKU BISA BICARA

Nama: Komala Syari
Kelompok: 08B (kelompok 5)

Menulis, kegiatan yang sangat tidak asing bagi kita semua sejak kita mengenal huruf dan kata. Sebelum kita bertemu dengan Guru di sekolah, “IBU” sosok yang pertama kali memperkenalkan huruf dan kata pada kita. Cukup samar aku mengingat kali pertamaku memegang kayu ringan namun menurutku sulit untuk kupegang dengan sabar beliau membantu menggenggamkannya ke jari jemariku kala itu, dan itulah kali pertamaku menulis, jangan ditanya selanjutnya apa yang aku tuliskan karena aku tak ingat lagi. Ketika aku bertemu teman-teman di sekolah berkenalan dengan Guru-Guru hebat sampai akhirnya saat ini aku berada di depan komputer, menerawang membuat tulisan pertamaku yang nantinya akan di baca banyak orang.

Berlatar belakang sebagai anak rumahan, tak banyak bermain bersama teman di luar rumah. Menetap di dalam rumah dan hanya keluar ketika sekolah membuat ku menjadi tertutup dan jarang berbicara banyak. Pasti banyak juga yang mempunyai karakter sama denganku. Hal inilah yang kemudian membuatku lebih suka mencorat coret buku untuk kutulisi dengan apapun, entah gambar, entah kalimat-kalimat cerita sebaris dua baris dan kemudian menjadi paragraf. Kebiasaan ini pun di dukung dengan sukanya aku membaca, serasa hiruk pikuk dunia tak terhirau setelah melakukan kedua hal itu. Semakin sering aku menulis dan menggambar apa yang ku suka, mulai mengenal yang namanya buku diary, aku rasa bukan hanya aku saja yang punya buku ajaib ini. Buku Diary ku berisi cerita-cerita yang tak ingin aku bagi dengan yang lain cukup untukku, kisah sedih, kesal, bahagia, kekonyolan, bahkan harapan.

Aku mulai banyak bicara sejak saat itu, bicara lewat tulisan-tulisanku di Diary itu. Lama kelamaan aku mulai memodif cerita-ceritaku dengan puisi-puisi, dan aku mulai berani memamerkan dengan sahabat-sahabat dekatku. Tak jarang beberapa dari mereka memintaku untuk membuatkan khusus buat mereka. Berbicara lewat tulisan-tulisan, menyampaikan pesan lewat kata-kata bahkan mengalurkannya menjadi cerita pendek adalah salah satu cara terbaik untuk komunikasi menurutku. Beberapa teman mulai tahu dengan hobiku ini, mereka selalu menagih untuk membaca setiap cerita yang ku buat. Aku berusaha untuk menyisipkan pesan-pesan baik dari setiap tulisanku, berusaha sambil terus belajar. Lewat menulis aku kini bisa bicara, bicara apa saja, bicara tentang apa saja, bicara hal-hal yang tak bisa aku ungkapkan langsung dengan suara, bicara dengan hati untuk sampai di hati pula. Bagi ku menulis bukan sekadar mengisi waktu luang, tapi perlu waktu khusus untuk menulis. Menulis pun harus dengan hati, bukan hanya sekadarnya. Dan ini adalah tulisan pertamaku untuk sebentar lagi aku publikasikan.

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply