Menulis itu tentang Paradigma

Sebuah tulisan memiliki makna tersendiri. Makna tersebut tidak bisa disamakan, karena tiap-tiap orang memiliki cara pandang yang berbeda. Ada yang memberi tanggapan positif dan tak jarang sering juga ditemukan respon negatif terhadap tulisan tersebut. Jika sipenulis meluapkan emosinya melalui tulisan, maka makna yang ia dapat adalah melahirkan sebuah kenyamanan. Kemudian dirinya merasa lebih baik. Ya, meski hanya denga cara meluapkan dan menyampaikan melalui tulisan seperti itu. Namun, rasa nyaman yang dirasakan oleh penulis belum tentu menghadirkan kenyamanan juga untuk pembacanya nanti. Seperti sebuah tulisan yang ditulis dalam buku diary. Penulis merasa nyaman dan lebih baik setelah meluapkan emosinya di dalam buku tersebut. Tapi, belum tentu tokoh yang terlibat di dalam diary akan merasakan kenyamanan yang sama pada saat mereka menemukan kemudian ikut membaca tulisans dari pemilik diary.

Meskipun kita mengetahui bahwa sipenulis diary hanya menyampaikan opini kesal dan gagasan secara pribadinya di dalam buku yang berbentuk privasi seperti itu, tetapi tetap saja tokoh yang diceritakan oleh penulis diary ada yang merasa tidak suka. Merasa terganggu. Merasa tidak nyaman. Bahkan sampai akhirnya tidak bertegur sapa. Tapi itu pun hanya untuk sebagian orang saja. Karena tulisan dari hasil luapan emosi, hasil pemikiran dan sampai dengan riset ilmiah pun memiliki cara tersendiri dalam menyapa dan menarik pembacanya.

Ibarat memiliki aneka rasa nano-nano. Terkadang apa yang terpikirkan sangat mudah untuk dituangkan dalam bentuk tulisan dan kadang kala juga sangat sulit untuk mengembangkan dalam menuliskan. Sebab pada sebagian orang, tulisan dapat menjadi alternative dalam mengkomunikasikan diri dengan lingkungannya. Ada yang dengan mudah diterima oleh pembaca. Kadang kala malah sangat menyakitkan bagi yang tidak suka. Oleh sebab itu, menulis bukan hanya mengenai bagaimana paradigma yang digoreskan oleh sipenulis. tetapi juga menghasilkan paradigma yang berbeda bagi pembacanya.

Apalagi di zaman sekarang ilmu tekhnologi sudah semakin canggih. Sarana dan prasana untuk menulispun  tidak lagi mesti menggunakan bolpen/pensil dan buku tulis. Menulis bisa dengan tulisan tangan atau bisa juga dengan sarana elektrik.  Semua sudah serba instan. Sedang berdiri dan berlaripun masih bisa menulis. Seperti menulis pesan pada gadget. Sesibuk-sibuk apaupn masih di sempat-sempatkan juga. Lagi-lagi ini disebabkan oleh lahirnya paradigma pada orang yang menulis.

Teman-teman, mari kita galakkan berbagai paradigma dengan cara menulis. Tuangkan dengan lepas tanpa beban, tanpa takut salah. Biarkan mereka yang mengamati dan memberikan kritikan atas setiap tulisan kita. Karena itu adalah pesonanya menulis. Cara pandang yang dituangkan oleh penulis akan membantu para pembaca melahirkan cara pandang terbaru juga untuk kebaikan bersama

Cmiiw^^
Fajri Rahmi
KMO 8b Kelompok 6

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

One Response

  1. author

    web development1 year ago

    This design is steller! You most certainly know
    how to keep a reader entertained. Between your wit and your videos,
    I was almost moved to start my own blog (well,
    almost…HaHa!) Great job. I really enjoyed what you had to say, and more than that,
    how you presented it. Too cool!

    Reply

Leave a Reply