Menulis Itu Pemulihan

Mengapa kita harus menulis?. Sederhana alasannya. Menulis bagi saya merupakan pemulihan. Ya, pemulihan dari apa saja. Hidup ini penuh rupa kejadiannya. Sedih bisa pulih jadi bahagia, bahagia bisa jadi pulih jadi makin bahagia ataupun sebaliknya. Tak ada yang tetap. Lantas, kala pemulihan itu, mengapa kita tak coba melakukan sesuatu yang bermakna. Menulis, mengabadikan pemulihan itu. Siapa yang tahu jika masa-masa pemulihan yang tadinya kita rasa berat, rasanya jadi lebih ringan setelah dituliskan. Bisa jadi inspirasi untuk orang lain, bisa jadi juga refleksi diri sendiri, atau bisa jadi juga cuma sekedar koleksi. Yang penting nulis. Titik

Pemulihan itu fase yang (yakinlah) hanya sebentar dalam hidup kita. (Yakinlah) juga pemulihan itu pasti akan ada di hidup kita. Walau (yakinlah) tidak semua pemulihan dilewati dengan mudah. Kadang, orang yang bahagia saja suka sulit mengungkapkan kebahagiaannya. Apalagi yang hatinya sedang terasa nyeri. Maka dari itu, tulis saja. Apa-apa saja yang kala itu kamu rasakan. Apa-apa saja.

Apa-apa saja tadi itu, kelak kala kita membukanya, kelak kala kita membacanya kembali, yakinlah, berjuta rasa hadir di detik itu. Terasa ada obat manjur diantara segala perih. Terasa ada pelengkap diantara berbagai bahagia. Anggap saja ini jadi pelengkap hidup kita, tambahannya jika ada orangtua,kakek-nenek,suami atau istri,   anak-anak atau cucu-cucu kita yang turut membacanya. Bisa jadi suplemen tambahan bagi hidup mereka juga tho. Ya, selama apa-apa saja yang kita tulis tadi punya nada positif, tulisan itu menular sendirinya. Ini serius.

Jadi, jelas kan kenapa kita harus menulis. Walaupun memang setiap orang punya alasannya masing-masing. Tapi saya yakin, sesederhana menulis pesan singkat yang dikirimkan lewat operator telepon seluler saja, kita punya alasannya, mulai dari yang baik-baik sampai yang kayaknya agak buruk. Apalagi menuliskan sesuatu yang itu merupakan bagian hidup kita, jelas pasti kuat alasannya. Sekarang, alasan-alasan yang ada atau bisa jadi diada-adakan itu kembali lagi kepada kita sendiri. Mau atau tidak kita menulis? Bebas, terserah anda. Sekian

Anggi Presti Adina
KMO batch 8 kelompok 3

Rate this article!
Menulis Itu Pemulihan,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: