Menulis Adalah Sebuah Keajaiban

Cindy Pravitri KMO 8 A kelompok 2

Sejarah dikenal sampai sekarang, karena ada beberapa orang yang mengabadikan peristiwa-peristiwa penting itu dalam bentuk tulisan. Padahal peristiwa-peristiwa penting itu sudah terjadi puluhan tahun yang lalu, namun kita masih tetap bisa mempelajarinya hingga detik ini. Keajaiban dari sebuah tulisan juga bisa kita rasakan sebagai umat beragama, Al-Qur’an masih bisa kita baca dan kita tadaburi berkat jasa para sahabat Rasul yg berhasil mengabadikan dalam bentuk tulisan, andaikan para sahabat Rasul tidak menulisnya, apa jadinya kita sekarang? Demikianlah keajaiban menulis..

Seperti Nabi junjungan kita, Muhammad saw., berpesan:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah DARIKU walau hanya satu ayat”
(H.R Bukhari)

Adapun tafsiran dari beberapa ulama menjelaskan, bahwa kita diwajibkan meneruskan dakwah beliau (Muhammad saw.) dengan cara apapun yang baik, bisa melalui lisan saling menegur dalam kebaikan, dakwah secara langsung maupun lewat tulisan. Jadi salah satu keajaiban menulis bisa juga sebagai sarana penyalur dakwah, meneruskan dakwah Nabi junjungan kita.

Keajaiban tulisan juga telah dibeberkan oleh Coach Tendi pada sesi pertama kelas KMO, hanya karena tulisan yang viral, jutaan Ummat berkumpul pada satu tempat untuk melaksanakan ibadah sholat Jum’at, bahkan hingga detik ini, jika saya melihat dan membaca jutaan Ummat Muslim yang sedang bersatu melaksanakan sholat Jum’at tak kuasa menahan lelehan air mata. Jadi salah satu keajaiban menulis yang lain adalah untuk menyampaikan pesan, menggerakkan para pembaca kemudian mengukir sejarah hebat.

Bahkan dewasa ini, banyak yang menilai media sudah tidak lagi relevan dengan kondisi real yang ada, seringkali kita menemukan sendiri beberapa fakta diputarbalikkan sesuai dengan tendensius masing-masing pemilik media. Propaganda dan pemutarbalikkan fakta sudah menjadi sarapan sehari-hari masyarakat yang masih kurang minat daya bacanya, sehingga kebenaran yang nyata ditutup-tutupi atau bahkan dihilangkan. Terbukti bahwa penguasa media bisa mencuci otak masyarakat, mengendalikan pemikiran mereka, kemudian mengarahkan masyarakat ke arah yang mereka kehendaki. Tapi beruntungnya, kita masih punya pejuang-pejuang kebenaran yang dengan gigih menyebarkan dan memviralkan tulisan-tulisan mereka tentang kebenaran yang berusaha ditutup-tutupi, sehingga kita sebagai masyarakat yang kemarin-kemarin bagakan kerbau yang dicucuk hidungnya, mulai melek akan hal itu, dan beramai-ramai sadar untuk merubah mindset. Jadi keajaiban menulis yang lain adalah untuk menyampaikan kebenaran, merombak propaganda dan menyadarkan jutaan pembaca akan keadaan sebenarnya.

Harapan saya, semakin banyak penulis-penulis hebat yang berhati nurani bersih mencetak buku-buku best seller yang mampu mengajak para pembaca ke arah kebaikan, dan efeknya semakin banyak pembaca yang berubah ke arah kebaikan, akan semakin membuat peradaban manusia semakin maju dan perkembang pesat, membentuk manusia-manusia yang berakhlak, berbudi pekerti dan berilmu tinggi.

Jadi kalau boleh saya simpulkan, bagi saya, keajaiban menulis adalah:
1. Mengabadikan dan mengukir Sejarah yang sedang atau telah terjadi
2. Menyampaikan pesan untuk menggerakkan pembaca berbuat sesuatu
3. Berdakwah, menyampaikan kebenaran dan merombak propaganda yang memutarbalikkan kebenaran
4. Mencetak manusia-manusia yang akhakul kharimah dan membentuk perdaban yang lebih baik

Dan bagi saya pribadi, harapan saya menulis adalah, agar suatu saat jika saya sudah meninggal, ilmu dan ide yang saya tulis dalam sebuah buku akan menjadi amal yang tak terputus karena terus memberikan mafaat dari generasi ke generasi. Mudah-mudahan harapan saya ini terkabul, aamiin Yaa Robbal ‘alamin…

Rate this article!
Tags:
author

Author: