MENUAI APA YANG KAU TANAM

”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri…”

(QS. Al-Isra : 7)

Pernah melihat petani menanam benih padi di sawah? Petani menanam benih padi lalu menunggu beberapa saat sampai menguning dan akhirnya siap untuk dipanen, lalu dikonsumsi atau dijual. Begitu juga dengan jenis tanaman lain. Menanam singkong maka akan muncul singkong juga. Mungkinkah ketika kita menanam benih padi tapi yang tumbuh adalah singkong? Pastinya tidak akan terjadi tanam padi tumbuh singkong atau yang lainnya kan? Seperti halnya proses penanaman itu, kehidupan kita juga begitu. Ketika kita menanam berbagai kebaikan, maka hasilnya adalah kebaikan. Begitupun sebaliknya ketika kita menanam keburukan maka kelak kita akan memanen keburukan.

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti rekreasi bersama teman pengajian. Salah seorang teman memberikan makanan ringan yang memang dibeli untuk anaknya dan kami. Saat membuka makanan tersebut dan menemukan selembar uang Rp.2000. Betapa senangnya saya, saya jadi teringat masa kecil saya yang sangat suka membeli makanan ringan yang berhadiah seperti ini dan hadiahnya dibelanjakan lagi,hehe… Nah, saat itu dengan spontan saya melemparkan uang itu ke arah anak teman saya, dan mengambilnya dengan senang saja. Beberapa saat setelahnya, anak teman saya tadi melemparkan penghapus kecil hadiah dari makanan ringannya. Saya mengaduh, tapi ucapan teman saya yang lain menampar dan menyadarkan saya. “Anak kecil itu peniru ulung, tadi kamu ngasih uangnya dilempar, nah sekarang dia ngasih penghapus juga dilempar.”

Melalui anak teman saya, Allah menyadarkanku satu hal penting yang sejalan dengan pepatah lama “Apa yang kau tanam, itulah yang akan kau tuai.” Perbuatan baik itu akan berbalas kebaikan, begitu juga perbuatan buruk akan berbalas keburukan, Allah menegaskannya dalam surah Al-Isara ayat 7 di awal tulisan ini.

Pepatah ini tidak hanya ditujukan pada perbuatan fisik kita, pikiran kitapun juga berdampak yang sama. Ketika kita menanam pikiran-pikiran positif, penuh dengan optimisme dalam menghadapi masa depan, insya Allah langkah-langkah untuk menggapai kesuksesan akan terasa lebih mudah. Sebaliknya, ketika yang kita tanam adalah pikiran-pikiran negatif, penuh dengan pesimisme, maka sudah dipastikan langkah akan terasa begitu berat ketika dilangkahkan untuk menggapai kesuksesan.

Agar lebih termotivasi, saya ingin mengutipkan beberapa Ayat Al-Qur’an yang bisa menjadi penyemangat.

  1. Segungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. (Q.S. Thaha : 15)
  2. Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (Q.S. Ar-Rahman : 60)
  3. Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu. (Q.S. An-Naml : 89)

Terakhir, tanamlah segala hal yang baik dalam pikiran dan perbuatan kita. karena kelak insya Allah kita akan menunai berbagai kebaikan di dalam kehidupan kita. Selamat menanam kebaikan. Wallahu’alam.

Rate this article!
MENUAI APA YANG KAU TANAM,5 / 5 ( 1votes )
Tags:

Leave a Reply