MENJADI ‘SEDIKIT’ ALTRUIS

Pernah mendengar istilah altruisme? Atau punya sahabat yang bersifat altruis? Atau mungkin diri kita sendiri yang bersifat altruis? Supaya ngga nebak-nebak tentang itu, kita kupas sedikit yuk tentang itu…

Kata altruism (yang berasal dari kata Prancis altrui yang berarti “orang lain”, diturunkan dari kata Latin alter yang berarti “yang lain”) pertama kali dinyatakan oleh Auguste Comte (1798 – 1857), bapak positivism Prancis, untuk menggambarkan doktrin etika yang ia dukung. Altruism merupakan doktrin etika yang menyatakan bahwa individu memiliki kewajiban moral untuk menolong, melayani atau bermanfaat bagi orang lain. Doktrin etika altruism dikenal juga sebagai moralistic altruism.

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, altruisme adalah perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri. Perilaku ini merupakan kebajikan yang ada dalam banyak budaya dan dianggap penting oleh beberapa agama. Gagasan ini sering digambarkan sebagai aturan emas etika.

Menurut Walstern, dan Piliavin (Deaux, 1976), prilaku altruistik adalah perilaku menolong yang timbul bukan karena adanya tekanan atau kewajiban, melainkan tindakan tersebut bersifat suka rela dan tidak berdasarkan norma–norma tertentu, tindakan tersebut juga merugikan penolong, karena meminta pengorbanan waktu, usaha, uang dan tidak ada imbalan atau pun reward dari semua pengorbanan .

Dengan kata lain prilaku altruistik adalah tindakan seseorang dengan maksud menolong orang lain tanpa pamrih atau keuntungan apapun. Pengorbanan adalah ciri utama moralitas altruistik. Pemberian bantuan yang didasarkan pada kebutuhan sesama disebut sebagai tindakan filantropik. Karena itu, tindakan altruistik menjadi suatu yang diidealkan dalam ajaran-ajaran agama. Bahwa sesama manusia harus dikasihi.

Dalam ajaran Islam, altruisme memiliki kemiripan dalam bahasa Arab yang disebut “itsar”, yaitu sebuah sikap seseorang yang mencintai dan mengutamakan orang lain melebihi diri sendiri. Sikap ini terbangun karena adanya kesadaran spiritual yang mendalam di dalam dirinya. Kesadaran tersebut diwujudkan menjadi prilaku yang mendahulukan, mementingkan, menolong, berkorban dan berderma untuk orang lain dengan tulus dan tanpa pamrih, hanya semata-mata untuk meraih ridha Allah SWT. Keyakinan ini diperkuat dengan adanya Firman Allah, “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula” (QS.Ar-Rahman:60).

Orang-orang bijak mengatakan :

Satu perbuatan nyata, sekecil apa pun, jauh lebih berarti dibandingkan seribu kata-kata indah.

Satu perbuatan nyata sama dengan seribu kata-kata indah.

Satu perbuatan nyata akan mengundang beberapa perbuatan nyata lainnya.

Berbuat kebajikan yang nyata dan tanpa pamrih adalah hal yang lumrah bagi para altruis. Tentu tidak ada salahnya jika kita mengikuti jejak mereka, yakni melakukan kebajikan yang dilandasi rasa ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah swt. Yakin bahwa Allah selalu membalas setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh hamba-Nya. Dan jangan terkejut jika terkadang balasanNya jauh lebih indah dibandingkan dengan kebajikan yang telah kita lakukan.

Karena Kebajikan tanpa pamrih, adalah harapan bagi yang lain.
Bagaikan mentari di pagi hari yang selalu diharapkan oleh seluruh isi alam semesta…

#SarapanKataKMO02
#1000penulismuda
#KMOIndonesia

Rate this article!
Tags:
author

Author: