Menjadi Ibu Yang Bahagia

Menjadi Ibu adalah peran yang didamba para perempuan. Bukan mengenai status saja, tapi ladang pahala yang membentang tak terukur.

Ujian terbesar sebagai Ibu bukanlah bagaimana memasak yang lezat untuk keluarga. Juga bukan bagaimana membuat rumah terjaga kebersihannya. Melainkan bagaimana mengatur emosi dalam membesarkan buah hati.

Sebagai manusia, wajar jika memiliki emosi. Ibu memiliki berbagai peran dalam keluarga yang menuntut energi. Menjadi koki keluarga, guru, pengatur keuangan, dokter, dan segudang peran lainnya disertai dengan tugas memastikan rumah dalam keadaan bersih dan nyaman. Hal ini seringkali membuat Ibu terkuras tenaganya dan menjadi lebih mudah emosi.

Belakangan ini, sering terdengar kata “me time” bagi Ibu untuk mengurangi kadar emosi. Ini adalah salah satu cara agar Ibu bisa melepaskan penat. Ada yang dengan menonton film, minum teh, membaca buku dan lain sebagainya yang dilakukan ketika anak sudah tidur.

Tapi sebenarnya, ada cara yang sangat manjur untuk mengelola emosi. Bagaimana caranya?

1. Senantiasa bersyukur
Luangkan waktu untuk selalu bersyukur. Suara kanak-kanak yang menggema dalam rumah dan mainan yang berserakan adalah tanda bahwa ada anak yang hidup dalam rumah. Makanan yang tersedia di meja pun harus kita syukuri. Bagaimanapun lelahnya Ibu, ketika teringat mengenai hal tersebut lalu bersyukur, maka akan mengurangi nafsu melampiaskan emosi.

2. Memperbaiki proses komunikasi dengan suami.
Seringkali emosi Ibu justru hadir karena kurangnya kualitas komunikasi dengan suami. Ketika Ibu memendam perasaan jengkel pada suami, lalu anak melakukan sesuatu misal menumpahkan air, bisa jadi Ibu langsung marah dan mengomel-ngomel ke anak. Padahal Ibu bisa bilang baik-baik ke anak untuk mengelap air yang tumpah dan tidak mengulangi hal tersebut.

2 hal diatas adalah dasar untuk memunculkan perasaan bahagia dan menjadi dasar seorang Ibu untuk mengontrol emosi.

Mari kita jadikan momen Ramadhan yang penuh keberkahan ini dengan niat dan usaha untuk menjadi Ibu yang senantiasa bersyukur dan bahagia karena Ibu yang bahagia akan membesarkan anak yang bahagia pula.
(Ayas Ayuningtias)

#SahurKata
#KMO05

Rate this article!
Menjadi Ibu Yang Bahagia,5 / 5 ( 1votes )
Tags: