MENJADI GURU BAHAGIA

“Apakah anda bahagia?”  Jika pertanyaan ini diajukan kepada guru-guru di Indonesia, kira-kira apa jawaban yang didapatkan? Lebih dominan mana jawaban “Ya” atau jawaban  “Tidak”? Mungkin guru-guru yang membacanya akan tersenyum penuh arti. Akan berbeda dengan jawaban para guru di Finlandia. Eits…, bukan bermaksud mengecilkan guru di Indonesia. Kenyataannya guru-guru di Finlandia merasakan kondisi yang sangat berbeda dengan di Indonesia. Selain mendapatkan posisi yang sangat terhormat di negaranya, para guru di Finlandia juga diberikan gaji atau penghasilan yang besar. Mereka juga diberikan kesempatan untuk senantiasa meng-upgrade kompetensinya. Wah… asyik ya, jadi guru di Finlandia.

Tapi bahagia itu datangnya dari hati. Bukan hanya karena posisi, kesempatan,  apalagi penghasilan. Tidak bisa dipungkiri hal itu adalah salah satu komponen pendukungnya. Kata Gde Prana, “Kadang kita mencari kebahagiaan itu di luar, tapi pada dasarnya dia ada di dalam hati kita.” Menurut para ahli, di dalam tubuh kita ada hormon kebahagiaan yang memiliki 6 kali lebih besar dari morfin (Dr. Shigeo Haruyama). Masya Allah, luar biasa tubuh kita ini. Bahkan hormon kebahagiaan pun sudah dititipkan di dalamnya. Tidak perlu lagi mencari-cari kebahagiaan di luar sana, karena pada dasarnya tubuh kita dapat menciptakan kebahagiaan itu sendiri.

Bagaimana caranya menjadi guru yang bahagia? Sebenarnya tidak sulit. Dari kegiatan guru sehari-hari bisa menjadi sumber kebahagiaan.

  1. Tersenyum dan tertawa.

Tersenyumlah, maka seluruh dunia pun akan tersenyum kepadamu. Pernah baca kalimat seperti itu? Rasanya gampang banget membuat dunia tersenyum…

Tersenyum juga bisa membuat awet muda. Guru TK dan SD yang paling sering merasakan hal ini. Anak TK dan SD memang lagi lucu-lucunya. Ada saja tingkah mereka yang mengundang senyum dan tawa. Makanya, guru-guru TK dan SD biasanya selalu ceria dan awet muda.

  1. Bernyanyi dan bermain.

Kegiatan bermain dan bernyanyi adalah kegiatan yang paling banyak dilakukan oleh anak TK dan SD kelas rendah. Hal inilah yang membuat guru TK dan SD awet muda. Tapi guru sekolah menengah pun tetap bisa melakukan ini, meskipun dalam porsi yang berbeda. Bermain basket, futsal dan olah raga permainan lainnya dapat menjadi alternatif untuk guru sekolah menengah. Membuat yel-yel seru bersama siswa juga bisa menjadi pilihan aktifitas bernyanyi.

  1. Senang berbagi.

Berbagi tidak selalu identik dengan materi. Berbagi ilmu, berbagi waktu, membantu orang lain dengan tenaga dan fikiran juga termasuk kegiatan berbagi. Membantu siswa atau membantu rekan guru menemukan cara menyelesaikan tugasnya adalah salah satu cara berbagi yang mudah dan murah. Menurut para ahli, ketika kita menolong orang, otak akan memproduksi hormon yang memberi perasaan bahagia serta dapat mengurangi stres.

Berbagi dalam bentuk materi pun tidak kalah hebat dampaknya bagi kebahagiaan. Selain itu, berbagi juga mendatangkan berbagai manfaat. Mau tau apa saja manfaatnya? Ini dia:

  • “ … Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) hartanya memperoleh pahala yang besar.” (Q.S: Al Hadid ayat 7).
  • “Sesungguhnya tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, kecuali bertambah dan bertambah.” (HR. Tirmidzi)
  • “Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, yang paling ringan di antara bencana itu adalah penyakit kusta dan sopak.” (HR. Thabrani)
  • “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Tidak akan pernah rugi orang yang senang berbagi dan membantu orang lain.

Tiga aktivitas ini baru sebagian hal yang dapat dilakukan untuk menjadi guru bahagia. Masih banyak lagi aktivitas guru yang mengundang kebahagiaan. Selanjutnya akan dibahas pada tulisan berikutnya. Meskipun sedikit tapi dilakukan, itu jauh lebih baik dari pada banyak tapi hanya jadi koleksi. Jadi, jangan lupa bahagia!

Rate this article!
MENJADI GURU BAHAGIA,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply