Mengubah Marah menjadi Ramah

“Laa taghdhob walakal jannah…

 Janganlah kamu suka marah maka bagimu surga…”

Pernah gak kita menghadapi kondisi yang bikin kepala panas, mata rasanya mau keluar, nafas gak teratur, mulut gatal pengen nyerocos aja, tangan mengepal dengan keras, dan perubahan lain dari fisik kita yang cenderung negatif dan bahkan menyita energi yang besar. Kondisi yang saya maksud adalah kondisi marah, kondisi yang sangat sering dialami seseorang jika tidak mendapatkan apa yang diinginkan, atau merasa disakiti, atau menemukan masalah ditengah jalan, dan lain sebagainya yang membuat emosi meningkat.

Menahan emosi saat rasa kesal sedang memuncak itu emang gak gampang, terkadang kita bahkan sampai melakukan hal-hal tak wajar karna terbawa perasaan emosi sesaat. Apalagi jika rasa kesal itu bercampur dengan rasa lelah setelah beraktivitas seharian, hal yang sepele mungkin bisa saja dijadikan senjata oleh setan untuk menyulut amarah kita. Kalo si setan udah ikut campur bisa sampai terjadi pertumpahan darah, udah banyak sekali kasus penganiayaan bahkan sampai pembunuhan tidak masuk akal seperti anak membunuh orangtuanya, orangtua membunuh anaknya, siswa membunuh temannya dan lain sebagainya. Semua kasus ini terjadi hanya karena masalah sepele yang mengakibatkan amarah pelakunya tersulut. Kalo udah begini kejadiannya, baru kemudian muncul penyesalan di belakangnya. Iyalah, kalo di depan namanya pendaftaran dong, hehe…

Jadi, gimana caranya biar emosi (marah) kita tidak sampai membuat kita nyesel? Bagaimana biar marah kita berubah menjadi ramah? Beikut beberapa hal yang bisa kita lakukan

  1. Segera beristighfar banyak-banyak kalo udah ada indikasi emosi meningkat,
  2. Ubah posisi kita, kalo kita marah saat duduk maka berdirilah, kalo kita marah saat berdiri maka duduklah, intinya berpindah posisi.
  3. Coba buat otak kita memikirkan hal yang lain, karena emosi yang sedang labil bisa diimbangi dengan jalannya logika, itu sih kata temen aku yang lulusan psikologi.
  4. Kalo masih belum turun juga emosinya, tenangkan diri dengan berwudhu, karena marah berasal dari setan yang terbuat dari api, jadi akan tenang dengan basuhan air, insyaAllah.
  5. Kalo ini juga masih belum stabil, maka shalatlah 2 rakaat dan mintalah ampunan dan pertolongan dari Allah.

 

InsyaAllah dengan 5 cara di atas, kita terhindar bisa merubah marah menjadi ramah. Mari kita terus menerus dan jangan berhenti memperbaiki diri. Marah cuma bagian kecil dari kebiasaan buruk kita yang mungkin emang manusiawi, tapi kalo dibiarkan merajalela yaa akibatnya gak main-main juga. Lagian Allah udah melarang kita dalam hadits di awal tulisan ini. Kalo kita berhasil merubah marah menjadi ramah, balasannya surga lho… Mau dapat surga kan? Jangan marah ya… Wallahu’alam.

Rate this article!
Tags: