MENGINGAT KEPULANGAN

Hari ini timeline FB saya dipenuhi ungkapan duka dan doa tulus. Untuk seorang teman yang sangat baik. Masih muda. Beberapa bulan lalu terlihat masih sehat, ceria, dan bersemangat sebagai pejuang kebaikan. Akhir yang indah dan sangat baik menurut kita, manusia. Semoga juga di mata Allah kemana dia saat ini kembali. Aamiin ya robbal aalamiin.

Tapi yang sangat terasa adalah betapa baiknya Sang Pencipta. Lagi-lagi Dia mengingatkan saya, sang jiwa. Bahwa kematian tak kenal kompromi. Begitu waktunya tiba, berapapun usia, dan apapun kondisi kita, kan tetap menghampiri. Mengajak jiwa kembali kepada-Nya. Meninggalkan dunia dan semua orang yang kita sayangi. Semua benda yang kita miliki. 

Tinggallah sang jiwa sendiri. Ditemani hasil ikhtiar selama menjejakkan kaki di bumi. Yang akan menentukan terang dan lapangnya persinggahan sementara sebelum tujuan akhir hidup ini. Juga rasa yang menemani selama disana. Apakah bahagia ataukah sengsara.

Dan itu berlanjut di alam berikutnya. Tujuan akhir sang jiwa. Hal sama kan menentukan bahagia ataukah sengsara. Surga atau neraka tempat kekalnya nanti.

Adalah amal saleh sebagai hasil ikhtiar yang diridai-Nya. Menjadikan persinggahan sementara lapang, terang, serta rasa bahagia. Juga surga yang sangat sang jiwa dambakan. Atau amal salah sebagai kebalikan. 

Manakah yang sudah kita miliki lebih banyak?

Jangan sampai kita terbangun di tempat yang salah. Bangunlah wahai jiwa saat kesempatan ikhtiar dalam rida-Nya masih tersisa. Yaitu saat ini di dunia fana. Agar ketika di persinggahan kelak dapat tertidur bahagia dan terbangun lagi di surga-Nya yang sangat indah dan nyata.

Teruslah bertafakur, berproses, wahai sang jiwa. Untuk kebahagian kita kini dan kelak yang abadi. Insyaa Allah. Aamiin ya robbal aalamiin…

Alhamdulillah… terima kasih ya Allah ❤️

#selfreminder

#tafakur

#kebaikanAllah

#mengingatkepulangan

#enlightenedheart

Rate this article!
MENGINGAT KEPULANGAN,5 / 5 ( 1votes )

Leave a Reply