Mengikat Makna dan Membangun Peradaban dengan Menulis

Menulis adalah sebuah kata sederhana yang menurut orang susah dilakukan. Banyak orang yang merasa kegiatan menulis adalah kegiatan  yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu saja. Menulis adalah bakat yang ada sejak orang itu dilahirkan dan merupakan keturunan. Menulis itu harus dilakukan dengan serius. Menulis itu dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Menulis itu harus panjang,  dan masih banyak anggapan lain  yang membuat kegiatan menulis adalah kegiatan yang susah dilakukan.

Padahal menulis sendiri secara bahasa bila dilihat dalam kamus besar bahasa Indonesia artinya membuat huruf dengan pena. Sedangkan secara istilah menulis adalah sebuah tindakan mengungkapkan perasaan ke dalam bentuk tulisan. Sehingga jika dianggap kegiatan menulis adalah kegiatan yang hanya sebagian orang bisa maka itu tentulah tidak benar. Karena setiap orang normal pasti punya perasaan dan pikiran. Mengungkap perasaan  kedalam bentuk tulisan walau hanya 1 kalimat sudah bisa dianggap menulis. .

Menulis adalah sebuah proses menuangkan perasaan yang bisa berupa ide atau gagasan  dengan menggunakan bahasa tulisan  sebagai media penyampainya.  Setiap individu  pasti memiliki perasaan dan ide yang merupakan sebuah implementasi dari pemikiran yang didapatkan dari proses kehidupan yang telah dijalaninya dan diperoleh melalui membaca, berinteraksi dengan orang atau  belajar secara outodidak.

Bila setiap orang mampu menulis apa yang ada dalam pikirannnya yang berisi ide atau gagasan dan perasaan, maka bisa dibayangkan betapa kayanya khasanah ilmu. Seperti halnya Ibnu Sina yang hidup berabad-abad lalu. Beliau dikenal sebagai ilmuan, dokter sekaligus penulis  produktif yang sebagian karyanya tentang filosofi dan pengobatan masih digunakan sampai sekarang. Ada juga Ibnu Batutah. Beliau adalah seorang penjelajah yang melakukan perjalanan mengunjungi banyak tempat kemudian  menuliskan kisah perjalanannya yang memberi inspirasi kepada banyak orang. Belum lagi penemu dan ilmuan lain. Betapa apa yang mereka tulis mampu memberikan konstribusi bagi peradaban manusia.

Inilah bukti nyata bahwa kegiatan menulis sebagai sebuah proses mengikat makna bisa menjadi lebih dari sekedar itu. Menulis bisa menjadi sebuah proses membangun peradaban manusia. Jika ide-ide yang cerdas dituliskan kemudian dibaca oleh orang banyak sehingga memepengaruhi  paradigma berpikir maka disinilah proses membangun peradaban manusia kearah yang lebih baik dan sempurna.

Maka mengapa harus menulis adalah selain mengikat makna akan mewujudkan peradaban manusia yang lebih sempurna.

 

Tags:
author

Author: