Menghargai dengan kata terima kasih

Apa yang salah dengan kata “Terima kasih”? Kenapa sepertinya begitu sulit orang mengucapkannya setelah mendapat pemberian dari orang lain. Padahal dengan mengucapkan Terima kasih tidak akan berkurang apa pun dari kita. Sulitnya orang mengucapkan Terima kasih mungkin dilandasi dari rasa gengsi yang sangat tinggi.
Kata Terima kasih tidak membuat orang yang mengucapkannya menjadi susah, malah membuatnya terlihat lebih sopan, perhatian, serta menghargai orang lain. Sedangkan bagi yang menerima ucapan tersebut meski tidak mendapat hadiah atau imbalan apa pun atas tindakannya, namun senang pasti dirasa karena ia merasa bahwa ia dihargai dan dihormati.
Selain terlihat lebih sopan ternyata kata Terima kasih mampu menciptakan jalinan silaturahmi tetap terjaga. Apa lagi jika yang mengucapkan dan menerima dilakukan dengan rasa keikhlasan. Maka orang yang lain pun akan memberi dengan penuh rasa ketulusan dan keikhlasan pula.
Hal tersebut yang dirasakan oleh seorang satpam yang bertugas di salah satu sekolah swasta di Pangkalan Kerinci. Sebagai seorang satpam sudah tentu tugasnya adalah menjaga keamanan sekolah. Tapi terkadang dengan keikhlasan ia juga bisa berubah menjadi juru parkir hingga pengasuh yang mengawasi dan menjaga setiap siswa. Bayangkan jika tugas yang ia laksanakan dengan ikhlas itu malah tidak dihargai oleh beberapa atau hampir keseluruhan orang di sekitarnya.
Seperti yang terjadi pada Selasa 03 Juli 2018, saat itu seperti biasa ia menjalankan tugasnya sebagai seorang satpam. Meski ia berdiri di teras sekolah, namun panasnya matahari begitu menyengat dan menyilaukan pandangan. Kemudian ia melihat ke arah parkirkan sepeda motor ada seorang wanita muda sepertinya salah seorang wali siswa sedang kesulitan untuk mengeluarkan motornya karena terhalang dengan motor lain yang juga parkir di sana.
Dengan rasa tanggung jawabnya ia mencoba menolong wanita itu sambil berpesan agar lain kali ia parkir di tempat yang sudah disediakan khusus untuk para wali siswa, karena tempat yang ia pakai adalah tempat khusus para guru yang kemungkinan pulangnya lama. Akhirnya satpam itu pun menggeser dan memindahkan beberapa motor yang menghalangi agar motor wanita itu dapat keluar.
Setelah beberapa menit akhirnya motor wanita itu pun terbebas. Namun apa yang terjadi setelah itu? Bukannya mengucapkan kata terima kasih, wanita itu malah langsung pergi membawa motornya dengan cepat bahkan tidak menoleh sedikit pun ke arah satpam tersebut. Dengan senyuman kekecewaan satpam itu kembali ke teras sekolah sambil menghibur diri sendiri.
Ia berkata bahwa bukan uang parkir yang ia minta melainkan kata terima kasih yang tulus, karena ia juga membantu dengan sangat tulus. Bahkan ia juga bercerita bahwa selama ini banyak yang tidak menghargai dirinya dan profesinya di sana. Padahal selama ini ia berusaha untuk menjaga amanah sesuai tugas bahkan melebihi tugasnya. Saat mereka kesulitan untuk mencari tempat parkir yang kosong atau mau mengeluarkan kendaraan, ia dengan sigap berubah menjadi juru parkir untuk mereka. Saat mereka sibuk dan terlambat menjemput anak mereka di sekolah, ia siap menjaga anak mereka seperti pengasuh. Namun, kata terima kasih sangat jarang ia dengar.
Dan kemudian ketika jalan keluar masuk sekolah menjadi padat merayap, mereka menyalahkannya. Bahkan yang lebih parah lagi adalah ketika sesuatu terjadi kepada anak mereka entah itu jatuh atau berselisih dengan temannya, maka ia juga yang disalahkan sejadi-jadinya. Kadang ia berpikir tugasnya sebagai apa? Jika menjadi juru parkir dan pengasuh adalah kelebihan dari kebaikannya, apa pantas ia di perlakukan seperti itu?
Ia juga berkata bahwa jumlah siswa yang sangat banyak tidak mungkin ia mampu memerhatikan satu per satu. Ia hanya melihat apa yang di dekat nya, selebihnya ia hanya menjalankan tugas sesuai profesinya. Dengan segala perbuatannya itu, seperti yang ia katakan bahwa sangat jarang orang berucap terima kasih kepadanya. Seperti inikah budaya kita? Yang lebih mudah menyalahkan dan sulit berkata terima kasih kepada sesuatu yang kita perolah dari orang lain.
Ia bukan tidak ikhlas dengan apa yang telah ia lakukan dan ia juga tidak gila dengan kata terima kasih. Ia hanya butuh pengakuan dari perbuatannya, ia hanya ingin di hargai layaknya orang besar lainnya. Jangan hanya karena ia seorang satpam lantas kebaikannya tidak layak mendapat ucapan terima kasih.
Seperti yang sebelumnya saya katakan bahwa kita tidak akan kekurangan apa pun atau bahkan menjadi susah dengan mengucapkan terima kasih. Justru dengan kata tersebut akan banyak orang yang dengan ikhlas membantu di saat kita butuh bantuan. Biasakan berterima kasih atas pemberian orang lain sekecil apa pun itu dan dari siapa pun, tanpa melihat kastanya karena dengan berterima kasih kita bisa semakin mempererat tali silaturahmi kita.

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply