MENGETUK PINTU CAHAYA

“Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula (jalan) mereka yag sesat.”

(QS. Al-Fatihah : 6-7)

Sadar gak kalo setiap hari tidak kurang dari 5 kali kita membaca do’a ini dalam shalat kita? Ya, setiap hari kita selalu berdoa memohon petunjuknya. Tapi apakah kita sudah berada dalam hidayah? Kebanyakan orang tidak benar-benar berada dalam hidayah. Apalagi kalo ternyata arti dari 7 ayat berulang itu tiak kita ketahui. Gimana mau dapat hidayah kalo artinya aja gak tahu? Tapi disini kita gak akan membahas tentang arti surah. Kita akan mencoba mengetuk pintu cahaya.

Cahaya, ada apa dengan cahaya? Cahaya adalah hal terpenting dalam kehidupan kita. Tanpa cahaya, mata kita tak akan bisa melihat apapun dengan jelas. Tapi, kali ini kita juga tidak akan membahas cahaya secara arti sebenarnya. Cahaya yang saya maksud di sini adalah petunjuk atau hidayah. Tanpa petunjuk/hidayah dari Allah, mata hati kita tidak akan bisa melihat kebaikan dalam setiap keadaan. Dan jika begitu, takkan ada hikmah yang bisa kita temukan, sekalipun hikmah itu berserakan di sekitar kita.

Hidayah adalah hak mutlak dari Allah. Masih ingat pamannya Rasulullah, Abu Thalib? Walaupun beliau adalah keluarga dekat Rasulullah, lalu membela Rasulullah di barisan terdepan, tapi sampai ajal menjelang, ia tak juga melepaskan keyakinannya akan aqidah nenek moyang. Keluarga dekat Rasulullah saja tidak terjamin, apalagi Cuma kita yang bukan anak orang terkenal. Lalu, adakah cara yang bisa dilakukan agar terus diliputi hidayah? Setidaknya ada 3 langkah.

  1. Rendahkan hati

Sebelumnya bedakan rendah hati dan rendah diri ya… Rendah diri itu pesimis, tapi kalo rendah hati itu menurunkan ego dan memohon dengan segenap rasa. Menjadikan Allah satu-satunya penolong, dan tidak aka nada penolong selain dengan izinNya. Jadi, jika iingin mengetuk pintu hidayahNya, rendahkan diri kita dihadapanNya ya…

  1. Tinggalkan kesombongan

Gak usah mikir diri kita siapa apalagi mikir kita ini anak siapa. Kalo udah di hadapan Allah, presiden sekalipun tetaplah seorang hamba yang kehidupannya tergantung Allah. Hanya keimanan yang membedakan seseorang. Jangan sombong dengan apapun yang kita miliki, karena semua terjadi karenaNya. Jadi, tinggalkan segala bentuk kesombongan kita. Kayak gelas kosong, biarkan saj dia kosong untuk kemudian Allah isi dengan sesuatu yang baik.

  1. Dekati kebaikan

Kalo kita mau ditetapkan dalam kebaikan, bisakah itu semua didapat dari mendekati keburukan? Mungkin saja, tapi sangat kecil kemungkinan. Misalnya, kalo kita mau dekat dengan Quran, apa iya bisa didapat dengan pergi ke tempat karaoke? Kalo kita ingin menggunakan hijab sesuai perintah Allah, apa iya bisa didapat dengan jalan-jalan ke mall? Pastinya bisa diperoleh dengan rajin-rajin mengkaji ilmu. Dekati kajian-kajian, baik di Masjid ataupun secara online. Intinya dekati kebaikan.

 

Hidayah itu mahal, jadi kalau belum kau dapatkan dicari ya… ketuk pintunya dengan 3 langkah tadi. Jangan lupa berdoa agar Allah menetapkan kita selalu dalam hidayahNya. Selamat mengetuk pintu cahaya dan memasukkan cahaya itu dalam diri kita.Wallahu’alam.

Rate this article!
MENGETUK PINTU CAHAYA,5 / 5 ( 1votes )
Tags: