Mengenal Kecerdasan Bahasa ( Verbal-Linguistic )

Mengenal Kecerdasan Bahasa ( Verbal-Linguistic )

Ketiga anakku punya kecerdasan yang berbeda-beda. Si sulung Reza punya kecerdasan matematis-visual ( Logical Mathematical dan Visual Spatial) . Anakku `yang no 2 Rayhan, dia mempunyai kecerdasan olah tubuh dan paham diri (Bodily Kinestetic dan Intrapersonal) sedangkan si bungsu Rafa mempunyai kecerdasan bahasa dan matematis (Verbal Linguistic dan Logical Mathematical). Ketiganya berbeda dan ketiganya mempunyai keunikan tersendiri. Kali ini aku akan membahas kecerdasan yang dimiliki si bungsu Rafa.

Sedari kecil kecerdasan bahasa Rafa sudah terlihat. Umur 3 tahun sudah lancar membaca dan bicara. Dia pandai bercerita dan mengungkapkan sesuatu . Bahasanya enak didengar dan bila mengungkapkan sesuatu itu runtut ( berurutan ). Dia juga pintar bersilat lidah terutama dengan kakaknya Rayhan. Bila kita berdebat dengannya, dia selalu punya seribu satu alasan yang diungkapkan dengan mimiknya yang lucu.

Rafa sangat senang mendengarkan acara berita di TV, sesuatu acara yang sangat jarang diminati oleh anak seumuran dia sekarang ( Rafa 6,5 tahun ) . Suatu ketika ketika aku sedang memasak di dapur dia mengajakku ngobrol ,” Mah, kalau longsor itu berarti tanahnya ambruk ke bawah ya? Berarti rumah yang kena longsor itu ketutupan semua dong? Kasihan ya Mah banyak yang tewas” Ujarnya serius. Aku tertegun, bukan yang pertama kalinya Rafa pintar membedakan kata-kata.

Bila ada kecelakaan “dia tanya berapa orang yang tewas Mah?” . Dia sudah pintar membedakan kata yang tepat untuk orang yang meninggal karena kecelakaan, bencana dll , dia pilih kata “ Tewas”. Sedangkan suatu saat dia datang kepadaku dengan mimik yang sedih “ mah , ikanku banyak yang mati “ dan ketika dia teringat kakaknya, dia datang kepadaku “ Mah, Aa Reza kan sudah meninggal , Aa masih bisa lihat Rafa enggak kalau Rafa berdoa untuk Aa? . Dia sudah bisa membedakan kata” tewas, mati dan meninggal”.

Aku dan suami juga sering didebat oleh Rafa. Contohnya ketika suatu saat aku bertanya padanya. “ Rafa, waktu kemarin dulu Mamah dan Ayah pergi keluar kota, yang bantuin Rafa pas buang air besar siapa ? “ . Dia menjawab sambil bingung “ Kemarin kapan? Pas mamah kemana? “ . Aku menjawab lagi “ itu lho pas mamah dan ayah perginya barengan “ terangku lagi.Ketika aku menjelaskannya begitu, seketika dia langsung paham dan protes “ Mamah itu kalau bicara jangan berbelit-belit bikin Rafa bingung aja ! “ . Kan bisa Mamah bilang “ Rafa, waktu Mamah ke Jakarta, Rafa ceboknya sama siapa? “ Gitu kan bisa.” Tadi itu mamah ngomongnya kepanjangan, kalau lebih singkat kan Rafa langsung ngerti” Ujarnya dengan muka cemberut. Aku tertegun sembari tertawa geli, memang aku yang ngomongnya berbelit dan dia yang membetulkan perkataanku, anak pintar! Hehe…

Apa itu anak cerdas bahasa ( Verbal Linguistic )?

Anak Verbal linguistik sering dikaitkan dengan anak yang cerewet dan tukang protes. Ini sebetulnya tidak salah, tetapi juga seseorang dengan cerdas verbal linguistic juga pandai menuliskan kata-kata dalam sebuah tulisan. Seperti membuat diary.
Contoh cerdas bahasa ini seperti mengarang, presentasi dan berbicara dalam bahasa asing.

Ciri anak yang punya kecerdasan verbal linguistic itu adalah :
• Pintar berbicara
• Cepat menguasai bahasa asing
• Pintar menulis
• Mempunyai kosa kata yang banyak

Nah, tentunya kita sebagai orang tua harus memahami dan memiliki pengetahuan mengenai kecerdasan apa yang dimiliki anak kita. Agar kita dapat mengarahkannya dan memberinya bimbingan untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Menjadi Mc, presenter , editor , reporter , translator, jurnalis adalah beberapa contoh profesi yang sangat cocok bagi yang mempunyai kecerdasan Verbal-Linguistic. Nah, sudahkah Anda memahami kecerdasan yang dimiliki oleh anak Anda ?

Salam

Tita Dewi Utara

KMO 7

About the Author

Admin

No Comments

Leave a Reply