MENGENAL KARAKTERISTIK ANAK USIA 7 SAMPAI 12 TAHUN

Sebagai orang tua, pernah merasa kesal karena anak melawan atau tidak nurut?

Orang tua seringkali menganggap anaknya seperti miniatur orang dewasa, melihat bahwa anak memiliki pemikiran dan keinginan yang sama seperti orang dewasa, padahal anak memiliki dunianya sendiri. Anak usia 7 sampai 12 tahun adalah masa-masa anak duduk di sekolah dasar.

Orang tua sangat perlu mengetahui karakteristik anak agar tidak terjadi pemaksaan kehendak dan keinginan orang tua terhadap anak. Akibatnya kurang baik terhadap anak terutama secara psikologis. Anak bisa mengalami tekanan yang menghambat pada pertumbuhan dan perkembangannya seara mental. Jika dibiarkan hal ini berdampak juga pada kehidupannya sampai usia dewasa.

Karakteristik anak terdiri dari beberapa aspek-aspek perkembangan, diantaranya intelektual, sosial emosional, fisik, moral, spiritual, dan sosial budaya. Intelektual berkaitan dengan kecerdasan anak, sosial emosional berkaitan dengan keerdasan emosi anak dan pola sosial anak, fisik berkaitan dengan pertumbuhan anak secara fisik, moral berkaitan dengan moral anak salah satunya tentang hukuman dan ganjaran, spiritual berkaitan dengan agama, sosial budaya berkaitan dengan perkembangan aspek sosial dan keragaman keterampilan sosial.

Menurut ahli yang lain karakteristik anak juga dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu kognitif yang berkaitan dengan kecerdasan, afektif yang berkaitan dengan sosial dan psikomotor yang berkaitan dengan fisik.

Artikel ini hanya akan membahas karakteristik anak dilihat dari aspek perkembangan intelektual atau sering disebut juga secara kognitif. Pencetus teori ini adalah Jean Piaget.  Perkembangan kognitif ini dibagi menjadi empat tahapan, yaitu : fase sensori motor (usia 0-2 tahun), fase praoperasional (usia 2-7 tahun), fase operasional konkrit (usia 7-11 tahun) dan fase operasional formal (usia 11-usia dewasa).

Usia anak sekolah dasar antara 7 sampai 12 tahun berada pada fase operasional konkret, bahkan pada usia 12 tahun sudah memasuki fase operasional formal. Usia 12 tahun anak berada dipenghujung sekolah dasar yaitu kelas 6. Anak kels 6 SD berada pada masa transisi antara fase operasional konkret dan fase operasional formal. Sedangkan anak yang masuk ke sekolah dasar pada usia di bawah 7 tahun akan dibahas kemudian terkait dengan kesiapan anak memasuki sekolah dasar.

Pada fase operasional konkret terjadi terjadi perkembangan aspek-aspek kognitif seperti :

  1. Klasifikasi

Pada usia ini anak mampu mengklasifikasikan atau mengelompokan benda. Selain mengklasifikasikan benda anak juga mulai dapat membedakan-bedakan.

  1. Penghilangan sifat egosentris

Pada fase ini mulai menghilang sifat egosentris atau sering dikenal sifat keakuan. Sifat egosentris atau keakuan adalah sifat anak yang memusatkan apapun pada dirinya, segala miliknya tidak boleh untuk orang lain. Ketika hilang sifat egosentrisnya maka anak mulai belajar bersosialisasi, berbagi dengan teman.

  1. Memecahkan masalah secara konkret

Ciri khas pade fase ini adalah anak berfikir secara konkret atau nyata. Ketika anak menghadapi masalah maka anak harus dijelaskan secara nyata dalam menyelesaikannya. Misalnya ketika anak belajar matematika tentang penghitungan uang maka anak harus secara langsung memegang uang tersebut dan mengoprasikan cara penghitunganya. Begitu juga pada masalah yang lainnya termasuk masalah sosial.

Pada karakteristik ini lah yang seringkali orang tua dibuat bingung oleh anak begitu juga sebaliknya. Karena pemikiran orang tua yang sudah pada tahap formal sedangkan anak masih pada tahap konkret. Oleh sebab itu orang tua harus lebih paham terhadap anak dan dalam menjelaskan apapun harus lebih sederhana dan lebih nyata. Maka yang cukup efektif dalam mendidik anak usia ini salah satunya adalah dengan teladan dari orang tua, yang secara nyata anak lihat dan rasakan.

 

Tags: