Mengenal Emosi anak

Ibu atau ayah suka bingung menghadapi anak yang marah dan nangis tidak karuan?

Terkadang dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mendidik anak, berjalan saja secara alamiah seperti air mengalir. Padahal kekuatan air mengalir sangatlah hebat, air yang terus mengalir bisa merobohkan dinding sungai. Begitupun dengan kebiasaan kita dalam mendidik anak. Seperti hal-hal kecil yang dilakukan terus menerus maka akan menjadi sebuah kebiasaan. Maukah kebiasaan kita dalam menghadapi emosi anak menjadikan kebiasaan yang buruk bagi anak?

Sebagai contoh, kita sering membiarkan anak menangis karena bingung tidak tahu harus bagaimana menghadapinya. Apabila terus dibiarkan maka akan melekat pada diri anak bahwa dia tidak disayang oleh orangtuanya karena terus membiarkannya menangis.

Anak memiliki emosi, ada ilmu yang mempelajari tentang perkembangan emosi anak dalam dunia psikologi. Orang tua harus mengetahui tentang perkembangan emosi anak agar orang tua bisa memahami anak. Dekatnya ikatan batin antara orang tua terutama ibu dengan anak sangatlah erat, sering kali kita merasakan disaat kita repot, kesal, dan capek, anak malah ikut-ikutan rewel. Berarti situasi emosi orang tua berpengaruh terhadap emosi anak.

Perlu kita ajarkan mengenalkan emosi kepada anak sejak dini. Kita mengajarkan bagaimana perasaannya jika sedang marah, bahagia, takut dan sedih. Kemudian kita ajarkan juga bagaimana ekspresinya. Memang hal seperti ini biasanya bersifat alamiah, tetapi kita perlu mengkomunikasikan dengan anak tentang perasaan dan ekspresinya. Dengan begitu kita dapat mengetahui kondisi perasaan anak ketika anak merasa senang, sedih, marah ataupun takut.

Yang paling membuat orang tua kewalahan adalah ketika anak marah, karena sulit sekali mengendalikan anak yang sedang marah. Alhasil bukannya anak reda dari marah tetapi orang tuanya yang ikut-ikutan marah.

Berikut ini beberapa cara mengkomunkasikan tentang emosi anak, terutama emosi ketika sedang marah :

  1. Berbicaralah dengan anak

Bicarakanlah dengan anak secara langsung menatap matanya tentang emosi marah. Kenapa marah, bagaimana marah, apa keuntungan dan kerugian marah, cara mengendalikan marah.

  1. Ajari anak perbedaan perasaan dan prilaku

Ajarkan kepada anak bagaimana perasaan hati dan fisik yang dirasakan ketika sedang marah, misalnya jantung berdetak lebih kencang. Serta ajarkan apa biasanya prilaku  yang ingin dilakukan ketika marah, misalnya ingin memukul. Ajarkan pula perbedaan-perbedaannya.

  1. Bantu anak mengetahui penyebab marah

Peluklah anak ketika ia marah, tenangkan hatinya. Setelah tenang anda bisa berbicara dengan anak apa penyebab kemarahnnya. Jika anak enggan membicarakannya biarkanlah, anda bisa sampaikan pada anak bahwa dia bisa membicarakan penyebab kemarahannya pada teman, atau pada yang lain seperti binatang peliharaan dan boneka.

  1. Bantu anak mengendalikan dan menyalurkan marah

Berikan pengertian pada anak bahwa melampiaskan marah dengan berteriak-teriak atau kekerasan itu tidak baik. Terangkan pada anak bahwa akan ada dampak negatif terhadap dirinya dan lingkungannya dari pelampiasan marah yang seperti itu. Arahkan anak agar bisa melampiaskan kemarahannya pada aktifitas lain yang positif, seperti berlari (olah raga).

Rate this article!
Mengenal Emosi anak,5 / 5 ( 1votes )
Tags:

Leave a Reply