Mengapa Saya Harus Menulis?

Nama : Nur Rahmawati/ Rahma Boniez

Kelompok : 1 Batch 8A

Mengapa harus nulis? Sebenarnya pertanyaan ini sangat mudah dijawab, tentunya bagi mereka yang sudah memiliki jiwa kepenulisan. Lah … Terus apa kabar saya yang Asih awam? Masih maju mundur cantik, hehee …

Ada satu quote yang dicetuskan oleh seorang wanita peraih Nobel, Toni Morrison. Beliau berkata “If there’s a book that you want to read, but it hasn’t been written yet, then you must write it.” Dan, saya sangat menyukai quote tersebut. Setidaknya kalimat itu membuka mata saya, yang cuma punya basic suka membaca novel roman picisan. Kalau kita mau membaca berarti kita harus menulis. Itu sih menurut saya pribadi ya, Guys.

Kali ini saya dapat tugas dari Coach Tendi, founder KMO Indonesia. Sebelumnya sih saya sudah pernah mengikuti kelas di batch 6, tapi saya memutuskan untuk ikut kelas lagi di batch 8. Kalau ditanya kenapa? Jujur saya tidak tahu. Upss … yakin sudah jujur? Sepertinya belum deh!

Oke, kali ini saya akan jawab dengan jujur. Saya ikut kelas lagi karena masih merasa haus. Bukan haus karena mau minum ya, tapi haus pengetahuan tentang dunia kepenulisan. Sebenarnya sudah banyak ilmu yang dishare tim KMO, tapi entah kenapa saya masih merasa tidak puas untuk terus belajar. Sampai ada teman berceletuk “Lo Oneng sih, makanya gak paham. Gue ikut sekali saja sudah ngerti, tinggal praktekan.” Begitu Ia tahu saya ikut kelas lagi. Tapi saya tidak ambil pusing, biarkan saja. Yachh … Mungkin ada benarnya apa yang diucapkan. Ha-ha-ha …

Intinya sih materi yang diberikan bagus. Hmmm … Tugas yang harus diselesaikan pun sangat seru dan asik(read -> menantang). Apalagi saya bisa punya banyak teman baru di kelas. Seru banget kan!

Menurut saya belajar bisa dimana saja dan dengan siapa saja. Selama apa yang disampaikan positif serta bermanfaat, maka dengar dan terapkan. Seperti saat ini, saya lebih memilih belajar melalui media sosial secara online. Dalam artikel saya sebelumnya, sudah diutarakan maksud dan tujuan kenapa saya menulis? Yups … alasan Saya menulis masih tetap sama, yaitu menjadikan diri ini bermanfaat bagi orang lain dengan tulisan yang berkualitas. Karena menulis adalah cara paling ajaib untuk mengekspresikan diri. Perlu diketahui. Saat raga pergi, tulisan akan tetap abadi.

Lagi dan lagi. Pertanyaan ini mengusik pikiran saya, The essence of all wisdom is to know the answers to “who am I?” and “what will become of me?” Hati saya pun berkecamuk. Antara yakin dan tidak untuk menjawab, “Yes, saya penulis dan akan terus menulis.” Dan, Alhamdulillah … Kebimbangan saya pun gugur ketika membaca sepenggal kalimat yang dilontarkan Coach Tendi dalam kelas menulis di batch 6 “Kalau mau jadi penulis yakinkan dulu pada diri sendiri bahwa kamu adalah penulis. Baru bisa meyakinkan orang lain.” Ini adalah cambukan besar untuk diri saya, agar tidak maju mundur cantik. Sehingga bisa mantap memutuskan bahwa saya adalah penulis.

Mungkin bagi sebagian orang yang tidak memahami, keputusan saya menjadi penulis adalah hal yang sia-sia. Bahkan tidak jarang, banyak yang menganggap penulis itu aneh. Kerap menyendiri dan asik dengan dunia sendiri. Namun bagi saya yang menjalani, menjadi penulis adalah hal istimewa dalam hidup karena kita bisa menjangkau dunia dan orang-orang yang entah dimana.

Tidak dipungkiri, terkadang seorang penulis memang asik dengan dunianya sendiri, lebih senang menyendiri. Tapi, semua itu semata karena kami sedang mencari inspirasi. Dan, tolong mengerti. Di luar dunia kepenulisan, kami tetap sama dengan kalian yang profesinya bukanlah seorang penulis. Butuh teman untuk berbagi rasa, entah itu suka atau pun duka.

Balik lagi ke tujuan saya menulis. Karena saya sudah yakin menjadi seorang penulis, maka saya akan tetap menulis. Tulisan yang bermanfaat bagi banyak orang, serta bisa membawa perubahan positif. Dan, mengapa Saya Harus Menulis? Karena dengan menulis saya bisa menjangkau orang lain dan secara tidak langsung bisa mengajak mereka ke hal yang lebih baik.

 

Rate this article!
Tags:
author

Author: