MENGAPA LEWAT TULISAN?

Menulis dan membaca adalah dua hal yang mulai memiliki daya tarik buat saya sejak kelas 5 SD. Awalnya ketika guru bahasa Indonesia meminta untuk membuat puisi. Setelah itu guru meminta saya untuk mewakili sekolah dalam lomba puisi antar sekolah. Sejak saat itu saya mulai menyukai dunia puisi dan mulai belajar untuk menulis puisi.

Setiap kali membaca puisi orang lain, saya selalu penasaran makna dibalik kata-kata puitisnya. Saya selalu menyukai cara orang-orang dalam menyampaikan pesan lewat tulisan yang penuh makna. Hingga akhirnya pada saat kelas dua SMP, saya mulai belajar untuk menulis apa yang saya lihat, dengar, dan rasakan.

Mengapa lewat tulisan?

Pertama, semua berawal ketika saya menggunakan tulisan sebagai salah satu cara untuk untuk mengeluarkan semua apa yang kurasakan. Ada kelegaan tersendiri setiap kali selesai menuliskan apa yang saya lihat, dengar, dan rasakan. Sejak itu, saya mengenal buku diary. Hingga akhirnya saya kuliah di psikologi, ternyata menulis bisa menjadi salah satu cara terapi. Kebiasaan menulis di diary ini hanya berlangsung sampai kelas 3 SMA. Semua karena kesibukan menjadi seorang mahasiswa baru yang butuh banyak waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan suasana baru.

Alasan kedua, ketika saya banyak mendapatkan pelajaran hidup dari orang-orang disekitarku  yang sering bercerita tentang masalah atau pun pengalaman hidupnya. Sejak saat itu, saya sering meminta izin kepada mereka untuk menuliskan pengalaman hidupnya untuk diambil ibrahnya oleh para pembaca. Kondisi itu membuat saya memaksakan diri untuk belajar menulis di blog atau pun facebook dan terus membangun kepercayaan diri untuk berbagi manfaat dan hikmah kepada orang lain lewat tulisan. Ada kebahagiaan tersendiri ketika orang-orang yang membaca tulisanku mendapatkan semangat hidup. Lewat tulisan tentang kisah perjalanan hidup orang lain, saya hanya ingin mengajak orang-orang untuk selalu mensyukuri hidupnya. Bahwa mereka tak sendiri, masih banyak orang lain yang lebih berat masalah hidupnya tetapi mereka tahu cara mensyukuri setiap nikmat Allah tanpa harus mengeluh.

Alasan ketiga, menulis itu seperti “me time” buat saya pribadi. Menulis bisa menjadi salah satu cara untuk melepaskan kebosanan atau pun kepenatan di tempat kerja.

Alasan keempat,”ikatlah ilmu dengan menulis“. Menulis adalah salah satu yang pernah dicontohkan oleh para sahabat di zaman Rasulullah saw. Setiap kali mereka mendapatkan ilmu dari Rasulullah saw, maka mereka menulisnya agar tetap terjaga hingga kita bisa merasakan manfaatnya sekarang. Kita bisa merasakan nikmatnya membaca Al Qur’an dan mempelajari hadits-hadits Rasulullah saw.

Alasan kelima, amal jariyah. Salah satu cita-cita saya sejak SMP adalah menjadi seorang penulis. Jika dulu menulis hanya untuk menyalurkan hobi, maka sekarang menulis adalah salah satu cara berdakwah yang ingin kutekuni. Menyampaikan kebaikan kepada para pembaca dan mengajak mereka untuk terus berbuat baik. Bukankah ketika orang lain mendapatkan hidayah lewat perantara dirimu, maka engkau bisa mendapatkan pahala seperti orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang bersangkutan? Itulah yang menjadi motivasi saya sekarang untuk terus menulis, menulis, dan menulis. Jika mimpi untuk menerbitkan sebuah buku tak terwujud (efek pernah ditolak editor masih membekas), semoga Allah memampukan saya untuk terus berbagi kebaikan lewat blog atau pun facebook.

Itulah beberapa alasan mengapa saya ingin menulis. Semoga Allah mencatat niat baik ini sebagai pahala disisiNya.

Wallahu a’lam bi shawab

Rate this article!
MENGAPA LEWAT TULISAN?,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: