Mengapa Harus Menulis?

Menulis merupakan sebuah kata kerja, menurut KBBI artinya membuat huruf atau angka dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya). Menulis juga berarti melahirkan pikiran atau perasaan dengan tulisan (seperti mengarang cerita atau membuat surat).

Saya jadi membayangkan, di era mesin ketik dan pena yang terbuat dari bulu ayam. Para penulis pasti bekerja sangat keras untuk menulis sebuah naskah.

Sewaktu kecil, saya kerap menulis menggunakan mesin ketik milik ayah saya (jadi ketahuan sudah tua). Untuk mengetik satu halaman saja, susah sekali. Perlu tenaga untuk menekan setiap hurufnya. Belum lagi barisan kalimatnya sulit untuk lurus dan rapi. Kalau salah ketik, harus daihapus, lalu dikira2 akan mengetik ulang dimana. Untuk membuat tulisan yang sama, harus menggunakan kertas karbon dan kertas putih dibelakangnya.

Jauh berbeda dengan era digital seperti saat ini. Saat semuanya menjadi jauh lebih mudah. Ingin menulis? Cukup dengan komputer atau laptop, milik sendiri atau rental komputer. Ingin menggandakan? bisa copy paste, ingin menghapus? Cukup tekan delete. Ingin mengirim naskah kepada teman? Cukup gunakan email. Saya bersyukur bisa mengenal teknologi yang membuat para penulis menjadi lebih mudah menulis.

Mengapa harus menulis? Menurut saya menulis memiliki banyak sekali manfaat, sehingga sangat perlu dilakukan. Terutama di era digital, orang banyak berinteraksi melalui media internet. Interaksi bertemu langsung sudah mulai berkurang. Sementara membaca dan menulis melalui media internet meningkat, yang paling melejit adalah interaksi di media sosial.

Berikut merupakan beberapa manfaat menulis:

1. Terpaksa Menjadi Pintar

Menulis fiksi ataupun non fiksi, membuat siapapun terpaksa menjadi pintar. Menulis fiksi, seperti novel, cerpen, atau yang lainnya, tidak hanya perlu imajinasi, tapi juga membutuhkan riset. Terlebih menulis non fiksi, seperti karya ilmiah, artikel, buku, dan yang lainnya. sebab menulis non fiksi tentunya harus berdasarkan fakta-fakta.

Riset biasanya dilakukan dalam rangka mengumpulkan informasi dengan tujuan memperkaya tulisan. Riset bisa dilakukan dengan berselancar di internet, membaca surat kabar, majalah, buku, dan lain-lain. Dengan riset itulah, yang memaksa penulis menjadi pintar. Sebab, sebelum menulis, akan melakukan riset, riset dan riset.

2. Menambah Teman

Menulis, biasanya akan menambah teman, relasi, kenalan, dan lain-lain. Saat tulisan kita dibaca oleh seseorang, lalu mereka memberikan sebuahfeedback, seperti masukan atau saran. Secara otomatis, akan menambah jaringan pertemanan kita.

3. Ladang Amal

Jika tulisan sudah selesai, dibaca, dan bermanfaat bagi banyak orang. Tentunya penulis akan mendapatkan pahala. Sangat menyenangkan bukan? Memiliki sebuah karya, namun, menjadi ladang amal untuk penulisnya.

3. Menulis Untuk Keabadian

Disini saya akan mengutip sebuah kata bijak, dari seorang penulis produktif pada masanya, dengan karya-karya yang melegenda. “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” – Pramoedya Ananta Toer.

Tulisan kitalah, yang kelak akan mengatakan pada dunia, bahwa kita (pernah) ada.

 

Rate this article!
Mengapa Harus Menulis?,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: