Mengapa Harus Menulis

Menulis ?

Saya ditanya kenapa saya menulis. Bagiku menulis itu sama seperti pertanyaan “kenapa aku makan, kenapa aku tidur”, karena menulis sudah seperti kebutuhan.

Semenjak saya lulus dari SMA, saya sempat merasa aneh dengan diri saya. Tiba-tiba hati saya tergerak untuk suka menulis. Itu datang karena saya suka membaca karya-karya inspirasi dari penulis-penulis hingga membuat saya berfikir “kenapa saya nggak jadi seperti mereka”. Karena saya yakin dengan passion baru saya, yaitu menulis dan saya memulainya dengan mengikuti Kelas Menulis Online (KMO) dibawah bimbingan coach Tendi Murti. Di KMO saya masuk di club 08A. Ketika saya tahu ada KMO, saya serasa mendapatkan durian jatuh, seyum sumringah dan semangat yang berkobar-kobar. Saya sangat berharap melalui KMO ini saya dapat mengasah dan meningkatkan minat saya dalam dunia kepenulisan.

Ada beberapa hal yang membuat saya memutuskan diri menjalani dunia tulis menulis. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Menulis Adalah Ibadah

Karena pada hakikatnya  manusia diciptakan untuk beribadah kepadaNya. Seperti yang terkandung dalam surat Adz-Dzariyat:56

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْس اِلَّالِيَعْبُدُوْنِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku

Salah satu ibadah yang Allah perintahkan adalah berdakwah. Yaitu menyampaikan dan menyeru orang kepada jalan yang benar. Dakwah bisa melalui lisan, tulisan dan perilaku/akhlak. Bagi saya dakwah melalui tulisan itu adalah hal yang menarik. Ketika saya tidak berani menyampaikan dakwah didepan umum karena khawatir terkesan menggurui maka saya lebih memilih menulis. Begitulah saya menulis untuk ibadah.

  1.  Mengikat Ilmu

Saya ingat dengan kata-kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan juga guru-guru saya “Ikatlah ilmu dengan menulis”. Ya, saya selalu ingat kata-kata iu, karena setiap mata kuliah psikologi kata-kata itu selalu terucap dari dosen saya yang juga aktif sekali menulis. Saya berusaha untuk mengikat ilmu-ilmu yang saya dapat dengan menuangkannya kedalam tulisan. Karena dengan seperti itu saya akan mengurangi resiko lupa, karena menulis itu merupakan moment dan moment itu sulit untuk dilupakan. Selain agar lebih ingat, saya juga bisa membuka tulisan tersebut suatu saat nanti.

  1. Memberikan Perubahan

Seperti yang disampaikan coach Tendi, menulis itu untuk mewujudkan sebuah perbaikan keadaan. Diluar sana banyak sekali buku-buku/tulisan yang tidak mendidik yang membahas cinta-cintaan anak muda sekarang yang menjurus pada hal-hal negatif. Dari situ tergerak untuk memperbaiki keadaan seperti itu dengan menulis. Berharap tulisan saya nanti mampu memberikan perubahan pada jutaan orang untuk menjadi konsumen yang bijak, pribadi yang baik, yang tidak terjerat oleh dunia yang semakin membuat moral orang rendah.

  1.  Menjadi Produktif

Ya, karena selama ini saya adalah konsumen tulisan. Dari zaman alif sampai sekarang ini. Maka dari itu saya mencoba untuk tidak hanya menjadi konsumen saja tapi ingin suatu saat nanti saya bisa menjadi produsen. Menjadi lebih produktif dengan menghasilkan karya.

  1.  Menambah Ilmu

Benar lho, menulis itu menambah ilmu. Karena jika kita mau menulis tentunya kita harus banyak membaca. Dengan banyak membaca maka wawasan kita akan lebih luas, memperbanyak kosakata, sehingga tulian yang dihasilkan akan semakin berkualitas.

  1. Menulis = Self Healing

Bagi saya menulis itu salah satu cara mengurangi beban. Selain curhat dengan Sang Arsitek kehidupan, saya suka curhat melalui tulisan. Kalau sudah menulis uneg-uneg, rasanya lega dan beban pikiran berkurang bahkan hilang.

  1.  Meninggalkan Jejak

Setiap yang bernyawa pasti akan mati, tapi tulisan atau karya bisa tetap membuatnya abadi. Dengan tulisan, ilmu, ide, pemikiran dan opini seseorang akan tetap terjaga seperti halnya kita mengenal mereka malalui tulisan dan karya-karyanya meskipun jasadnya telah wafat tapi tetap dikenal lewat karya-karyanya tersebut. Jadi saya akan memanjangkan umur saya dengan tulisan.

  1. Penasaran

Ya, saya paling penasaran dengan huruf-huruf  abjad yang  hanya sesederhana  itu tapi bisa dirangkai dengan sangat indah. Sedikit orang-orang yang dapat meracik dan mengolah abjad-abjad itu menjadi kata, kalimat, paragraf bahkan tulisan yang sangat indah yang dapat menggerakkan hati dan pikiran si pembaca. Maka dari itu saya ingin menjadi salah satu bagian dari mereka.

Itu tadi alasan-alasan saya omengapa harus menulis. Masih banyak alasan-alasan lainnya, tapi mungkin itu saja yang saya paparkan. Nah bagaimana dengan kalian ? Menurut kalian mengapa harus menulis ?

Rate this article!
Mengapa Harus Menulis,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: