Mengalirlah Untuk Kejernihan

Air yang mengalir akan beda dengan air yang mengendap, baik warna maupun baunya. Air yang mengalir akan tetap jenih. Begitu juga dengan tiap pribadi kita. Jika kita sering berpergian, mengunjungi kenalan, teman, kerabat dan tempat – tempat di lingkungan maupun di luar lingkungan kita. Akan banyak yang kita dapat. Pengetahuan dan pengalaman baru akan membawa diri kita pada suatu kondisi dimana kemauan dan semangat untuk berubah makin bertambah walaupun sedikit demi sedikit. Dengan berpergian dan berkunjung kita dapat menemukan ide baru dan cara baru dalam rangka perbaikan untuk diri pribadi, keluarga maupun untuk pekerjaan kita.

Berpergian tak harus jauh yang membuat kita mengeluarkan banyak uang, tak harus tempat yang mewah dan tak harus tempat yang semua orang menyukainya. Tempat apa pun bisa kita kunjungi selagi dirasa membanwa nyaman pada diri kita untuk menikmatinya dan banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari berkunjung. Pelajaran tak semuanya kita dapat di bangku sekolah ataupun bangku kuliah. Setiap kejadian dalam hidup kita bisa kita jadikan pelajaran. Misalnya kita berkunjung ke rumah kenalan baru kita, di sana kita bisa belajar bagaimana penghargaan dan keramahan teman kita terhadap saudara yang baru ia kenal. Kita mengunjungi orang sukses untuk bisa mengambil pelajaran, tantangan apa saja yang ia hadapi dan cara menghadapi tantangan itu dengan baik. Banyak tempat yang bisa kita kunjungi yang dapat membawa perubahan pada pola pikir dan pandangan kita untuk perbaikan diri.

Peristiwa ini terjadi ketika saya masih siswa tahun ketiga di SMA N 1 Indralaya. Adik perempuan saya kelas tiga SMP dan adik terakhir saya masih duduk di kelas enam Sekolah Dasar. Hampir setiap hari kedua adik saya itu saya beri pertanyaan tentang nilai hari itu dan senangkah berada di sekolah. Saya tanyakan karena ingin mengetahui semangat meraka untuk belajar dan menuntut ilmu. Suatu hari, saat libur sekolah menjelang lebaran idul fitri, saya ajak adik terakhir saya berjalan ke kota Palembang, pada saat itu jalan raya masih jauh dari macet dan kendaraan pun cukup satu kali naik kendaraan untuk sampai ke kota, kami cukup menaiki bus jurusan Prabumulih – Palembang. Lebih kurang satu jam lamanya perjalanan itu. Pagi itu kami berangkat ke kota menggunakan bus, dipertengahan jalan ada pengamen yang ikut naik dan mulai bernyanyi beberapa lagu. Setiba kami di Palembang, sebelum ke pasar kami singgah dulu duduk santai di bawah pohon samping masjid Agung Palembang. Tiba-tiba ada dua orang peminta – minta yang satu anak-anak dan yang satu lagi ibu-ibu, ada yang menyodorkan wadah yang ia pegang dan yang satu lagi menyodorkan tangan kosongnya dengan wajah lemas dan berharap.

Keliling selesai dan belanja selesai, siang harinya kami pulang. Diperjalanan pulang, di jalan raya Palembang-Indralaya sedang ada perbaikan jalan, tidak pasti apa yang dipebaiki, tapi yang kami lihat, banyak pekerja yang menggali tanah sepanjang jalan dan tampak juga pipa – pipa besi yang berjejer disepanjang jalan itu. Para pekerja itu bekerja dengan semangat dan gotong royong, ada yang menggali tanah, ada yang mendongkrak pipa untuk dimasukkan ke dalam galian dan ada juga yang bertugas menimbun pipa yang sudah dimasukkan ke dalam tanah.

Setiba di rumah, setelah istirahat, adik mendekati ku dan mengatakan kalau ia kasian dengan peminta-minta yang tadi kami temui di masjid, pakaiannya lusuh dengan tubuh yang tak terawat dan pengamen di bus tadi yang hanya sedikit orang yang masukkan uang recehan mereka ke dalam kantong pengamen itu. Ia lebih kasian lagi dengan para pekerja yang ia lihat di pinggir jalan yang kami lewati, pekerja yang masih tetap bekerja walaupun panas menyengat kulit, bahkan ada yang bekerja tanpa memakai baju, kelihatan tubuh yang dipenuhi keringat. Senang aku mendengarnya, kepeduliannya terhadap orang lain mulai tumbuh, lebih menyenangkan lagi ketiak ia bilang kalau ia akan terus belajar dan sekolah setinggi-tingginya agar ia bisa bekerja di tempat yang teduh tidak panas-panas seperti pekerja yang ia lihat. Sebenarnya ini lah harapan ku mengajak adik jalan, bukan semata-mata untuk belanja tapi lebih pada pengalaman dan pelajaran untuknya.

Tak ada maksud untuk mengecilkan pengamen, pengemis dan pekerja. Berharap akan ada hikmah ditiap kejadian. Demi pribadi yang makin baik dari hari keharinya.

 

 

Indralaya Utara, 10 Januari 2017

Rate this article!
Tags:
author

Author: