Menenangkan Anak yang Rewel di Tempat Umum

Membawa anak bepergian ke tempat umum, seperti mall, pasar, tempat rekreasi dan lain sebagainya merupakan hal yang lumrah. Namun, terkadang tanpa diduga-duga anak terutama yang masih balita tiba-tiba rewel di tempat tersebut.

Tentu saja hal tersebut bukanlah suatu hal yang kita inginkan, namun tak dapat pula kita hindarkan. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana mengatasi kerewelan anak tersebut.

  1. Jangan pedulikan anggapan orang

Terkadang ketika anak rewel di tempat umum, orang tua menjadi dilema. Antara mendidik anak sebagaimana pola asuhnya dan bagaimana tanggapan orang-orang sekitar tentang apa yang ia lakukan pada anaknya.

Misalnya si anak rewel minta permen, padahal di rumah ada larangan untuk makan permen. Di mata masyarakat umum mereka akan berfikir “ Pelit amat jadi orang tua, anak minta permen saja tidak boleh.”

Stop memikirkan apa yang dipikirkan oleh orang-orang tersebut. Jika memang anak tidak boleh makan permen maupun membeli permen maka anda harus pasang kacamata kuda terhadap pendapat orang lain. Mendidik anak harus konsisten bukan?

  1. Alihkan perhatiannya

Alihkan pehatian anak. Biasanya anak akan tenang jika ditunjukkan sesuatu di atasnya sehingga si anak mendongak. Misalnya ada cicak di langit-langit atap. Tunjukkan padanya untuk mengalihkan perhatiannya sementara waktu. Tapi anda harus ingat jangan gunakan kebohongan untuk mengalihkan perhatiannya.

  1. Bawa ke tempat lain untuk menenangkannya.

Jika anak masih sulit ditenangkan, sebaiknya kita bawa pergi untuk menenangkannya. Jangan sampai kerewelannya mengganggu orang sekitar atau membuat kita emosi di tempat umum. Bawa anak ke tempat lain untuk menenangkannya, misalnya ke mobil.

Namun jika anak rewel dalam kendaraan umum, cukup tenangkan dengan memeluknya atau menawarinya sesuatu agar anak bisa tenang. Bisa jadi jika di dalam kendaraan umum anak merasa kurang nyaman.

  1. Nikmati prosesnya

Anak yang rewel di tempat umum asal tidak berlebihan merupakan hal yang wajar, biasanya kerewalan ini akan berkurang seiring dengan perkembangan usianya. Di usia 4 tahun kerewelan anak semacam ini akan berkurang.

Jadi nikmati proses ini agar pikiran kita rileks dan tidak terpancing untuk memarahi anak atau menghukumnya di tempat umum.

  1. Pahami perasaannya

Terkadang anak rewel atau bertindak nakal hanya karena demi mendapatkan perhatian orang tuanya. Kita harus menyadari hal itu. Ketika anak merasa bahwa orang tua memahami perasaannya maka anak akan lebih mudah ditenangkan.

  1. Buat aturan sebelum pergi

Sebelum mengajak anak pergi, kita bisa membuat peraturan sederhana di rumah. Misalnya anak tidak boleh membeli mainan hanya boleh membeli makanan dan minuman. Dengan demikian anak tahu bahwa dia tidak boleh meminta mainan. Ingatkan peraturan ini ketika anak masih memintanya, hal ini juga mengajarkan anak untuk konsisten dengan sebuah kesepakatan.

Tags:
author

Author: