Mendatangi Gunung Icon Film Avatar di China

Mendatangi gunung icon film avatar di China

Perjalanan jakarta-chansa china ditempuh dengan 1 x transit di singapore,kemudian dilanjutkan perjalanan singapore-hongkong selama kurang lebih 4 jam. Dari hongkong kami naik turbojet ke china daratan /kota shenzhen yang terkenal sebagai kota industri di china atau yang sekarang dikenal dengan sebutan negara tiongkok.
Dari shenzhen kami menaiki kereta yang kecepatannya bisa mencapai 300 km/jam, sekitar 3 jam naik kereta barulah kami tiba di changsa, kota dimana industri alat-alat laboratoium berkembang dengan pesat, ada 1 merk alat laboratorium yang terkenal dan berasal dari sana yaitu Sundy.
Sundy memiliki pabrik dengan karyawan sekitar 300 orang dan uniknya semua alat laboratorium canggih tersebut dirakit secara manual (tdk dengan robot). Setelah perakitan selesai, dilakukan uji quality control dan setelah lolos uji qc, barulah alat laboratorium tersebut bisa di packing dan dipasarkan.
Laboratorium-laboratorium batubara di tanah air, mulai melirik merk china karena selain qualitasnya tidak kalah dengan merk Eropa atau Amerika, juga karena harganya lebih murah. Satu hal lagi yang jadi pertimbangan membeli produk china adalah listrik di Indonesia kurang lebih sama dengan di china…seringkali tidak stabil tegangannya sehingga alat yang dibuatpun akan lebih di perkuat lagi agar tidak mudah rusak ketika tegangan listrik melonjak atau menurunn sedangkan produk eropa/amerika cenderung dibuat untuk kondisi tegangan listrik yang stabil.
Setelah selesai urusan kunjungan ke pabrik sundy dan ke salah satu power plan disana yang menggunakan alat sundy. Kami diajak berwisata ke sebuah gua, gua yang sudah ditata sedemikian rupa sehingga kita mudah untuk berjalan, jalan-jalan dibuat tangga dari tembok agar tidak licin, kemudian di gua tersebut mengalir sungai yang lumayan besar dan tour dilanjutkan dengan menaiki speedboat mengarungi sungai di dalam gua. Stalagtit dan stalagmit yang diberi lampu warna warni menambah takjub para wisatawan yang ikut tour di dalam gua tersebut.
Keluar dari gua kita juga bisa berfoto di daerah sekitarnya, pemandangan yang eksostis membuat betah kami untuk berlama-lama berwifie ria disana.
Ke esokan harinya kami diajak ke luar kota namanya kota chang che cie, disana kami disuguhi atraksi semodel debus dimana seseorang ditindih paku dan diatas bantalan paku ada beberapa orang yang berdiri sebagai beban, juga ada seseorang yang berjalan di ujung samurai panjang tetapi tidak terluka, ada juga pertunjukan seperti opera yang sangat unik dan modern tata panggungnya.
Suhu saat itu sekitar 5 derajat celsius karena memang sedang musim dingin, dan kami dibawa ke daerah pegunungan dimana kami menaiki kereta gantung menuju pegunungan yang tingginya sekitar 500 meter dari tempat kami berdiri. Ternyata sepertinya tadi malam salju baru saja turun karena dari atas kereta gantung disela-sela pohon pinus semua putih oleh salju, dan ketika kami turunpun bekas-bekas bongkahan salju yang belum mencair masih tampak disana sini. Aaaah andaikan kami datang ketika sàlju turun, sungguh akan sangat menggembirakan karena kami terutama saya seumur hidup belum pernah merasakan diguyur salju karena memang di Indonesia tidak ada salju.
Kemudian kami turun dengan menggunakan lip, ditengah-tengah perjalanan (entah lantai berapa), kami berhenti dan keluar. Kami disuguhi dengan poster poster film avatar sepanjang dinding menuju balkon (balkon yang menghadap ke bukit terjal yang memberikan figur seorang wanita dari kejauhan). Kemudian pemandu kami berkata, “pernah nonton film avatar”?. “Tahu bukit-bukit yang menggantung di film avatar”?. Nach itulah bukit-bukit itu sambil dia menunjuk ke deretan bukit yang berdiri satu satu seperti pensil panjang-panjang dan seakan-akan saling adu tinggi satu dengan yang lainnya. Yup guys, inspirasi bukit-bukit bergantung di film avatar berasal dari tempat ini, dan bukit-bukit ini pulalah yang di shoot dan kemudian di potong bawahnya untuk memberikan efek bergantung di film avatar.
Konon bukit-bukit itu bisa dipanjat, banyak penduduk setempat yang memanjat bukit-bukit tersebut untuk mengumpulkan jamur-jamur sebagai obat herbal china yang belakangan ini marak juga menjamur di Indonesia.
Sehabis puas berwisata di chang che cie, kami terbang ke guangzhou….yeeees shopping time temen-teman. Guangzhou sudah lama dikenal sebagai pusat shopping di china, pakaian, koper,cendera mata bisa kita jumpau disini dengan harga yang relatif murah. Selain ke guangzhou kami juga naik ke canton tower yang tingginya 426 mtr. Disana kami berfoto di lorong dengan dasar kaca sehingga gedung-gedung tinggi dan sungai terlihat jelas sebagai background disana…sungguh amazing teman-teman. Satu belahan bumi Allah lagi, membuat kami takjub dan sungguh kita hanyalah setitik air di lautan, kita hanyalah sebutir pasir di gurun yang sangat luas ciptaanNya. Some day saya ingin kembali ke china, karena saya blm sempat mendatangi tembok china disana…..semoga doa saya dikabulkan Allah aamiin. Sampai jumpa besok dalam ulasan traveling saya yang lain adioooos……amigooooos.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply