Mencintai dalam Diam

Perasaan cinta merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata – kata. Perasaan yang hadir tanpa pernah diminta. Perasaan yang kadang membuat seseorang serasa terbang di awan atau mungkin malah jatuh ke bumi. Sulit untuk mendefinisikan arti cinta itu sendiri walau pada hakikatnya cinta itu adalah hal fitrah pada setiap manusia. Mencintai itu bukan hal yang berdosa selama engkau bisa menjaga hal yang fitrah itu tidak berubah ke arah fitnah.

Bagaimanapun tingginya perasaan cintamu pada seseorang bukanlah penentu untuk berjodoh dengannya karena yang menjodohkan itu adalah Allah. Jangalah kita terlalu berharap pada manusia karena pada akhirnya hanya kekecewaan yang didapat. Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya, (Imam Syafi’i).

Mencintailah dalam diam ketika diri ini belum siap untuk melangkah ke arena pernikahan, karena dengan diam itu kamu berusaha untuk menjaga agar terhindar dari hal – hal yang diharamkan Allah. Diam mu ini juga menunjukkan keikhlasan akan segala apa yang Allah tetapkan padamu. Diam mu itu akan menjadi sebuah bukti kesetiaan dalam mencintai seseorang karena kau tidak mau mengajaknya dalam sebuah hubungan yang terlarang. Hubungan yang hanya akan menjerumuskan dalam kemurkaan Allah.

Dengan diam itu kamu ingin menjaga dirimu dan dirinya untuk terhindar dari zina mata, zina hati, tangan, kaki dan sebagainya yang kadang manusia itu terjebak ke dalamnya atas dasar cinta. Dengan diam itu kamu akan selalu berusaha untuk taat pada Allah dan selalu berprasangka baik pada Allah. Isilah diam mu dengan doa – doa yang terus kau panjatkan pada Allah dan teruslah memperbaiki dirimu karena jodohmu adalah cerminan dari dirimu sendiri.

Jika pada akhirnya apa yang kamu harapkan tidak dikabulkan Allah tetaplah diam, karena Allah pasti akan menggantikan dengan yang lebih baik. Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci, boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.  (QS. Al-Baqarah : 216).

Cintailah dia yang juga mencintai Allah dan ketika kamu melabuhkan cinta itu kepada orang yang juga mencintai Allah Insyaa Allah kebahagiaan yang akan kamu raih. Jika tiba waktunya walaupun susah, keringet dingin, kaku dan sebagainya kita akan mencoba untuk buka mulut dihadapan orng tuanya.

Rate this article!
Mencintai dalam Diam,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

2 Responses

  1. author

    Istiqomah Al Mumtazah1 year ago

    Masya Allah, setuju bangeeet.
    Keren tulisannya, Pak.

    Reply
  2. author

    Khoiril anwar1 year ago

    Terima kasih banyak mb Istiqomah Al Mumtazah

    Reply

Leave a Reply