Memupuk Rasa Empati Pada Anak

Kemarin, saya membaca status facebook salah seorang teman saya. Status itu kurang lebih menceritakan sepasang suami istri yang mengalami kecelakaan di lintasan kereta api.

Mereka tertabrak kereta api dan meninggal seketika. Ironisnya adalah saat tertabrak dan terpental, banyak uang berhamburan dari mereka. Konon, mereka baru saja mendapat tunjangan hari raya.

Namun, yang membuat miris adalah perilaku orang lain di tempat kejadian. Sementara tubuh korban dipindahkan, mereka berebut mengambil uang yang berhamburan dan mengantonginya dengan alasan, “Mumpung ada kesempatan.”

Yang saya garis bawahi adalah perilaku masyarakat ketika terjadi kecelakaan. Bukan rahasia umum, banyak orang mengambil kesempatan dalam kesempitan dalam kecelakaan. Barang berharga raib, sudah sering terjadi.

Apakah ini pertanda empati mulai ditinggalkan?

Tentu perilaku ini tidak baik jika dilihat oleh mata kanak-kanak. Terlebih mereka adalah peniru yang ulung.

Dalam Islam, Allah Subhanahu Wa Ta’ala sangat menganjurkan untuk saling berempati kepada sesama.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya : ‚ÄúDari Abi Musa r.a. dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan”. (H.R. Bukhari)

Hadist di atas menunjukkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyuruh umat manusia untuk bersatu padu saling menolong dan peduli satu sama lain. Allah Subhanahu Wa Ta’ala sangat murka kepada manusia yang sombong dan egois.

Untuk itu, penting sekali mengajarkan kepada anak-anak kita mengenai empati pada sesama. Apalagi momen Ramadhan sedang berlangsung. Bagaimana caranya mengajarkan empati pada anak?

1. Ajak anak untuk mengunjungi panti asuhan.
Mengunjungi panti asuhan untuk berbagi rezeki atau sekedar bermain dengan anak-anak disana, akan mengajarkan anak bahwa kondisi seseorang bisa saja berbeda dengan kondisi orang lain. Mereka akan belajar mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sekaligus menumbuhkan empati.

2. Ajak anak menabung sedekah dan bersedekah secara langsung.
Anak yang memiliki tabungan sedekah, secara berkala bisa menggunakan tabungan tersebut untuk bersedekah.

Misalnya dari dana tabungan, anak bisa membuat beberapa nasi bungkus. Ajak anak untuk membagikan nasi bungkus tersebut ke orang yang membutuhkan.

3. Mengajari empati melalui dongeng.
Dongeng sebelum tidur juga bisa menjadi sarana untuk mengenalkan empati.

4. Memberikan contoh secara nyata.
Berikanlah tauladan atau panutan yang baik untuk anak. Ketika anak butuh bantuan, tunjukkan empati kita terlebih dulu.

Atau ketika ada orang lain yang membutuhkan bantuan kita, berikanlah bantuan yang dapat kita lakukan dan jika memungkinkan, melibatkan anak dapat dilakukan.

Mari kita terus tumbuhkan rasa empati kepada sesama dimulai dari diri kita dan keluarga kita.

(Ayas Ayuningtias)
#SahurKata #KMO21
Sumber informasi hadist: kisahimuslim.blogspot.co.id

Rate this article!
Tags: