Mempersiapkan Cuti Melahirkan bagi Ibu Pekerja

Sebagai ibu yang juga bekerja di kantor, sudah seharusnya pandai membagi waktu antara kewajiban di rumah dan di kantor. Nah, bagaimana menjelang perkiraan persalinan? Saya akan mencoba membagi tips yang saya lakukan, saat waktu cuti melahirkan sudah mulai dekat.

 

  1. Mengurus surat cuti. Ini hal terpenting. Jangan sampai sudah terlanjur anak lahir sebelum surat cuti keluar. Supaya kita juga bisa menjalankan cuti dengan tenang. Ketahui juga hak cuti kita berapa lama. Biasanya ada yang hanya 40 hari, ada juga yang bisa mencapai tiga bulan. Semua tergantung kebijakan tempat kita bekerja.
  2. Menyampaikan pada atasan kapan waktu cuti kita. Sebaiknya sudah dari jauh-jauh hari. Supaya atasan juga bisa memutuskan akan mendelegasikan tupoksi kita ke siapa. Dan juga bisa memperkirakan saat memberikan tugas kepada kita.
  3. Menyelesaikan apa yang menjadi tupoksi kita. Pekerjaan yang sedang di tangan, sebaiknya diselesaikan sebelum tiba waktu cuti. Supaya ketika cuti, kita tidak lagi memikirkan pekerjaan di kantor.
  4. Terkadang ada pekerjaan yang terpaksa belum dapat kita selesaikan, maka delegasikanlah pada partner yang dipercaya. Partner di sini, bisa yang memang sudah ditentukan oleh atasan. Atau kita bisa juga memilihnya sendiri. Tergantung dari keputusan atasan. Jelaskan sedetil mungkin, apa yang sudah dikerjakan dan apa lagi yang harus diselesaikan. Pastikan partner kita paham apa yang mesti dilakukan.
  5. Semakin dekat waktu cuti, semakin kita mengurangi pekerjaan secara bertahap. Ada baiknya kita tidak mengambil pekerjaan yang sekiranya waktu penyelesaiannya butuh waktu lama. Baiknya fokus pada persiapan persalinan. Dan percayakan pekerjaan kantor pada rekan kerja. Sip. Sudah siap untuk cuti?

author

Author: 

Leave a Reply