Mempersiapkan Anak Menjadi Kakak

Bila anak akan memiliki adik? Well, berapapun usia anak saat dia tau dia akan mempunyai adik, pasti perasaannya akan campur aduk. Bahagia karena mempunyai teman baru. Tapi juga cemas, karena menyadari perhatian orangtuanya akan terbagi tak lama lagi. Saya sendiri, ketika hamil anak kedua, ank pertama belum juga genap berusia dua tahun. Jangankan anak yang belum paham saat itu, saya sendiripun merasa cemas, karena masih belum puas mencurahkan segenap perhatian untuk “si kakak”.

 

Saya akan berbagi bagaimana cara saya mempersiapkan anak akan kehadiran adiknya.

  1. Beri pengertian sejak awal, bahwa dia akan menjadi seorang kakak. Berapapun usianya saat itu, jelaskan dengan bahasa yang dapat dia mengerti. Beritahukan bahwa sang adik akan menjadi teman dia nanti, akan menjadi bagian dari keluarga. Boleh juga dicoba untuk bercerita atau berdongeng tentang kehidupan kakak beradik yang akur.

 

  1. Libatkan anak mempersiapkan keperluan adiknya. Saat kita berbelanja untuk persiapan anak kedua, ajak “si kakak” juga. Bila perlu, ajak untuk ikut memilihkan barangnya. Begitu pula saat pemeriksaan kandungan, ajak “si kakak”. Agar dia pun mempunyai rasa ikut memiliki terhadap adiknya.

 

  1. Buktikan dengan perhatian yang tak berkurang pada anak. Jangan karena keantusiasan terhadap kehamilan kedua, jadi mengabaikan kebutuhan “si kakak”. Mungkin saat kehamilan besar, kita tak bisa lagi menggendong anak pertama. Namun selalu beri perhatian padanya, dengan sering memberikan pelukan hangat, misalnya.

 

 

  1. Begitu pula setelah adiknya lahir, bersikaplah adil. Kita tunjukkan bahwa perhatian tidak akan berkurang terhadap “si kakak”. Kita perlakukan sesuai kebutuhan anak masing-masing. Tidak perlu menggendong bayi seharian, anak pertama pun masih berhak atas perhatian orang tuanya. Kita bisa bergantian dengan pasangan, atau keluarga lainnya yang membantu mengasuh anak kita. Ini akan meminimalisir kecemburuan kakak pada adiknya.

 

  1. Beri pengertian keluarga dan teman-teman lainnya, untuk ikut memberi perhatian pada kakaknya, misalnya saat datang menjenguk si bayi. Biasanya setelah lahiran, kita akan mendapat banyak kunjungan, baik dari keluarga, tetangga, maupun teman-teman kita. Bahkan ada beberapa yang memberikan hadiah untuk si bayi. Hal ini bisa menimbulkan kecemburuan juga pada si kakak, bila tidak kita siasati. Ajaklah kakak, bersama-sama menyambutkan tamu yang berkunjung. Bila hendak membuka kado, ajak juga si kakak ikut serta. Bila mungkin, berbagi hadiah juga dengan “si kakak”, supaya dia ikut senang.

Kiranya inilah yang dapat saya bagi, saat mempersiapkan “si kakak” yang masih balita menyambut kehadiran adiknya. Semoga bermanfaat.

Rate this article!
author

Author: