Membiasakan anak dengan adab-adab seorang muslim (Bag. 2) – Adab masuk dan keluar kamar mandi

Pada bagian pertama kita telah membahas tentang pentingnya peran serta orangtua untuk membiasakan anak melakukan adab-adab seorang muslim dalam kehidupan sehari-harinya sedari kecil. Jangan bosan untuk mengingatkan dan selalu bersabar jika anak masih sering lupa atau cuek. Dengan pembiasaan sedari kecil, diharapkan mereka akan senantiasa melakukan kebiasaan baik ini di masa yang akan datang.

Pada bagian ke dua ini, kita akan membahas mengenai adab masuk dan keluar kamar mandi.

“Sering mendengar seseorang bernyanyi di kamar mandi, atau saling berbincang-bincang di toilet mall dengan teman sebelah bilik toiletnya?” Banyak yang melakukannya, bukan hanya anak-anak, bahkan orang dewasa sekali pun. Sebagian besar melakukannya karena ketidaktahuan mereka bahwa hal tersebut dilarang dalam islam. Berbicara di dalam kamar mandi saja dilarang, apalagi bernyanyi?

Beberapa hal berikut mengenai adab-adab masuk dan keluar kamar mandi dapat dikenalkan kepada anak-anak sedari kecil. Jangan lupa juga untuk mencontohkan hal tersebut di depan anak-anak, karena mereka adalah peniru yang ulung, dan juga kritis. Sebagian besar anak-anak akan protes kepada orangtuanya bila sang orangtua tidak melakukan hal yang sama dengan apa yang telah mereka ajarkan.

  1. Membaca doa sebelum masuk kamar mandi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan doa berikut sebelum memasuki kamar mandi.

“Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaaits.” 

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan syetan perempuan.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

2. Mendahulukan kaki kiri ketika masuk kamar mandi.

3. Jangan berbicara ketika berada di dalam kamar mandi, kecuali keadaan darurat.

Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Bila dua orang diantara kamu buang air, hendaknya saling membelakangi dan jangan berbicara. Karena sesungguhnya Allah murka akan hal itu.”

Kepada anak-anak yang sudah lebih besar dan sudah dapat mandi sendiri, berikan batasan-batasan kepada mereka hal-hal darurat apakah yang mereka boleh berbicara atau berteriak memanggil orangtuanya. Contohnya, bila mereka terpeleset atau terbentur di kamar mandi. Sementara untuk hal-hal lainnya seperti sabun atau pasta gigi habis, ajari mereka untuk keluar dulu dari kamar mandi dan meminta tolong untuk diambilkan.

4. Tidak boleh makan dan minum ketika berada di dalam kamar mandi.

Ajarkan ke anak jika saat mereka sedang makan atau minum dan tiba-tiba hendak menunaikan hajat, hendaknya mereka menelan dulu makanan dan minuman yang di mulut, dan tidak membawa serta makanan atau minuman apapun ke dalam kamar mandi.

5. Mendahulukan kaki kanan ketika keluar kamar mandi.

6. Membaca doa keluar kamar mandi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan doa berikut ini saat beliau keluar dari kamar mandi.

“Ghufraanaka.”

“Ya Allah, aku memohon pengampunan-Mu.”

(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Mari kita membiasakan diri kita dan anak-anak dengan adab-adab yang baik ini dan tentu saja sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kemudahan bagi kita semua. Barakallahu fikum, aamiin allahumma aamiin.

 

 

author

Author: